800 Warga AS Mengaku Alami Pedofilia di Gereja Boston Semasa Kanak-Kanak

    Share

    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    800 Warga AS Mengaku Alami Pedofilia di Gereja Boston Semasa Kanak-Kanak

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 09:56

    Hampir 800 warga AS mengaku, mereka pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanak mereka di Achdiocese Boston (Keuskupan Boston) sejak tahun 1940. Cerita itu diungkap Jaksa Agung Massachusett, Rabu (23/7/2003) kemarin, dalam suatu laporan yang mengeritik �budaya ketaatan salah kaprah atas kerahasiaan� gereja. Namun laporan itu tidak menyebutkan seorang pemimpin gereja pun sebagai tertuduh.

    Dalam laporan resmi pertama kalinya tentang tuduhan kasus pedofilia (kejahatan seks atas anak-anak) terhadap gereja Boston, Jaksa Agung Massachusetts, Tom Reilly, menyebut cerita pelanggaran seksual oleh para pendeta gereja Boston selama ini, cukup mengejutkan.

    Namun begitu, penyelidikan 16 bulan yang dilakukan Reilly tidak cukup menyingkap bukti yang membawa pada tuduhan kriminal terhadap Kardinal Bernard Law. Law adalah pendeta senior pada Keuskupan Gereja Katolik AS yang mengundurkan diri sebagai pastor tahun lalu.

    Law menyatakan mundur, setelah dokumen-dokumen yang diitemukan memperlihatkan dia dan dan bekas pimpinan pendeta lainnya dituduh melakukan pedofilia (pelecehan seks terhadap anak-anak�pen), pada saat keduanya aktif di kementerian urusan penanganan anak-anak gereja tanpa diketahui para jama�ah lainnya.

    Gereja Boston bersumpah akan mengakhiri kultur kerahasiaan gereja yang telah berlangsung lama. Tetapi mereka mengatakan, laporan Reilly setebal 76 halaman itu perlu dicermati serius, sebelum setiap respon substansial dibuat. Sekadar untuk diketahui, gereja-gereja di AS memiliki kode etik, tak akan membuka rahasia-rahasia di seputar gereja yang bisa mencemarkan nama baik lembaga itu.

    �Gereja Boston mengulangi kembali komitmennya, bahwa gereja akan memperlakukan kasus pelanggaran seks anak sebagai kasus kriminal. Sehingga hal itu akan mengakhiri semua kultur kerahasiaan di dalam penanganan kasus-kasus semacam itu,� ujar sumber-sumber di Gereja Boston.

    Skandal pelanggaran seks di Boston telah menggema ke seluruh gereja Katolik di dunia. Hingga kasus semacam itu mencuat jadi berita umum.

    Keuskupan New York, contohnya, cukup lama menutup-nutupi kasus yang melibatkan penginjil Lawrence Inzeo. Ia dituduh telah melakukan pelanggaran seks terhadap seorang anak sekurangnya 20 tahun lalu. Jurubicara keuskupan, Joseph Zwilling mengungkapkan hal tersebut, Rabu (23/7).

    Reilly mengatakan catatan-catatan yang dihasilkan dari Keuskupan Boston mengungkapkan, bahwa sedikitnya 789 orang korban telah mengadu kepadanya telah menerima pelecehan seksual. Para korban mengaku mereka �digarap� oleh sekitar 250 pendeta serta para pekerja gereja itu selama bertahun-tahun.

    �Ketika informasi dari sumber-sumber lain ditanggapi, dari para korban yang mengalami kasus-kasus pelecehan seksual, mungkin jumlahnya akan lebih dari 1000 orang,� tulis laporan Reilly.

    Sayangnya Jaksa Massachusett itu tak bisa membawa kasus-kasus yang melibatkan Law dan para pemimpin gereja lainnya dengan delik kriminal. Sebab laporan hukum kejahatan seks anak di Massachusetts itu, tidak dikembangkan untuk menyeret ke pengadilan para pendeta yang terlibat kasus pedofilia sampai tahun 2002.

    Namun Reilly mencela para pemimpin gereja Boston lantaran penanganan kasus-kasus pedofilia oleh para pendeta mereka. �Padahal ada bukti begitu banyak, bahwa selama bertahun-tahun Kardinal Law dan para manajer seniornya, secara langsung mengetahui, bahwa anak-anak dalam jumlah cukup besar di keuskupan itu telah menerima pelanggaran seksual oleh para pendeta yang jumlahnya cukup substansial,� ujar laporan itu.

    Pastor Sean Patrick O�Malley, yang menggantikan Law, akan ditempatkan sebagai kepala Keuskupan Boston pada 30 Juli. O�Malley sampai saat terakhir tercatat sebagai kepala keuskupan Palm Beach, Florida. (stn/reuters/eramuslim)

      Waktu sekarang Thu 19 Jan 2017, 22:12