Salib-Davidian di Balik Agresi Amerika

    Share
    avatar
    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Salib-Davidian di Balik Agresi Amerika

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 09:47

    Dalam sejarah, perang salib sesungguhnya dipakai oleh zionis-yahudi untuk merebut simpati umat nasrani guna memerangi Islam. Bagaimana dengan tragedi Irak sekarang ini?

    A had, 23 Maret 2003 pagi. Saat di sekitar Laut Tengah armada perang Amerika Serikat (AS) dan sekutu bergemuruh mengepung Irak, di tempat peristirahatan Camp David, Presiden George �War� Bush memanggil Tim Doa Kepresidenan AS untuk melakukan kebaktian.

    Tim yang terdiri dari George W Bush sendiri, lalu Pdt. Pat Robertson, Pdt. Jerry Falwell, Pdt. Bob Jones Jr, Pastor Deacon Fred, dan Harry Hardwick, lalu yang menurut situsnya http://www.whitehouse.org/ Yesus Kristus juga sebagai anggotanya, melakukan doa bersama dengan diawali oleh sambutan George Bush.

    �Selamat pagi untukmu, saudaraku dalam Kristus� Seperti yang kita ketahui, tugas kita untuk mengobarkan perang salib terhadap umat Islam saat ini berada dalam saat-saat penting� mari kita gunakan momen ini untuk bangkit dan meraih kejayaan Yesus!� ujar Bush yang diamini oleh Pat Robertson dan lainnya.

    Dalam bagian lain, banyak sekali doa-doa yang berisi kecaman terhadap kaum Muslimin, namun upaya pembunuhan terhadap orang-orang Arab di Jerusalem dikatakannya sebagai bagian dari upaya meraih kejayaan bersama Yesus. Bush secara tegas juga mendoakan supaya tentara Yesus bisa mengalahkan tentara-tentara Muhammad dan Allah seraya mengutip Deuteronomy 20:13-16.


    Sabda Rasul Ketika Kiamat Dekat



    Irak Diboikot dan Makanan Ditahan
    Dari Jabir; telah bersabda Rasulullah SAW, �Hampir saja tidak boleh di bawa ke negeri Irak secupak (qafizh) makanan atau sebuah dirham, kami (sahabat) bertanya: Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab: Orang-orang �ajam (non Arab) yang melarang hal tersebut. Kemudian beliau saw berkata: Hampir saja tidak boleh dibawa secupak makanan (mudyun) atau sebuah dinar kepada penduduk Syam, kami bertanya: Siapa yang melakukan itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, �Orang-orang Rum (Romawi) kemudian ia (Jabir) diam sejenak dan berkata: Telah bersabda Rasulullah saw: Pada akhir masa umatku akan ada seorang khalifah yang melimpahkan harta selimpah-limpahnya dan ia sama sekali tidak akan menghitung-hitungnya.� (HR. Muslim dan Ahmad)

    Belajar Qur�an Agar Disebut �Alim
    �Dan seorang laki-laki yang menuntut ilmu kemudian ia mengajarkannya dan ia membaca Al-Qur�an, maka ia membawanya kemudian Allah mengingatkan kepadanya akan nikmat-nikmat-Nya maka tahulah ia. Kemudian Allah berkata: Apakah yang kamu ketahui dari nikmat-nikmat itu? Ia menjawab, �Saya telah belajar ilmu, saya mengajarkannya dan saya membaca Al-Qur�an demi Engkau. Allah berfirman: Kamu telah berbohong, akan tetapi kamu mempelajari ilmu adalah supaya kamu dikatakan orang sebagai orang alim, dan kamu membaca Alquran adalah supaya dikatakan orang bahwa kamu seorang qari�, sedang hal itu sudah dikatakan. Kemudian orang tersebut dengan perintah Allah ditarik dari arah mukanya dan dimasukkan ke neraka.� (HR. Muslim)


    Enam Perkara Jelang Kiamat


    Telah bersabda Rasulullah SAW, �Hitunglah ada enam perkara yang akan terjadi menjelang (di gerbang) hari kiamat, yaitu: Kematianku, kemudian penaklukan Baitul Maqdis, kemudian kematian massal seperti penyakit Qu�as (penyakit yang mematikan kambing dengan cepat) kambing. Kemudian melimpahnya uang (harta) sehingga apabila seseorang diberi gaji seratus dinar (dinar adalah uang yang terbuat dari emas murni), maka ia akan tetap tidak puas (kesal), kemudian munculnya fitnah (godaan, kekacauan dan kemaksiatan) yang memasuki setiap rumah-rumah orang Arab, kemudian adanya senjata (perdamaian) antara kamu dengan Bani Ashfar (baca: Barat, red), kemudian mereka mengkhianati kamu, dimana mereka akan menyerangmu di bawah 80 bendera dan di bawah tiap-tiap bendera itu terdapat dua belas ribu orang (tentara).� (HR. Bukhari)

    Fitnah Kesusahan dan Lari dari Peperangan
    Diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin Umar, ia berkata:, �Pada suatu waktu kami duduk-duduk bersama Rasulullah saw. Beliau berbicara tentang fitnah-fitnah hingga beliau menyebut fitnah Al-Ahlas. Lalu seseorang bertanya kepada Beliau saw: Wahai Rasulullah, apakah fitnah Al-Ahlas itu? Beliau menjawab: Pelarian diri (dari tanggung jawab seperti lari dari medan perang) dan hilangnya harta dan keluarga. Kemudian (beliau saw menyebut) fitnah As-Sarak (fitnah kesenangan) yang mana kekisruhannya berasal dari dua tapak kaki seorang laki-laki yang berasal dari kaumku yang mana ia mengaku berasal dari turunanku, sedangkan ia bukanlah dari turunanku, akan tetapi para wali ku adalah orang-orang yang bertaqwa. Kemudian manusia akan dipimpin seorang laki-laki seperti paha di atas rusuk kemudian datanglah fitnah Duhaimak, yang mana ia tidak akan membiarkan seorang dari umat ini kecuali akan diserangnya. Apabila dikatakan ia telah selesai, maka ia akan menjadi-jadi. Pada pagi harinya seorang laki-laki akan beriman sedangkan pada sore harinya ia akan menjadi kafir sehingga manusia akan menjadi dua blok yaitu blok iman yang tidak ada kefasikan padanya dan blok fasik yang tidak ada iman padanya, apabila telah terjadi hal tersebut, maka tunggulah Dajjal dari hari itu atau besoknya.� (Hadits shahih riwayat Abu Dawud dan Ahmad)

    Turki Akan Memerangi Irak
    Telah bersabda Rasulullah saw: �Sekelompok manusia dari umatku akan turun di suatu dataran rendah yang mereka namakan dengan �Bashrah� pada tepi sungai yang bernama �Dajlah�. Dan apabila telah datang akhir zaman datanglah Bani Qanthura (mereka adalah bangsa Turki, red) yang bermuka lebar dan bermata kecil sehingga mereka turun pada tepi sungai itu, maka terpecahlah penduduknya menjadi tiga kelompok, yaitu satu kelompok dari mereka mengikuti ekor-ekor sapi mereka di padang pasir (sibuk mengurus harta benda) mereka sedangkan mereka akan hancur, dan satu kelompok dari mereka hanya memperhatikan diri mereka sendiri dan mereka itu telah kafir, dan satu kelompok dari mereka menjadikan anak cucu mereka di belakang mereka kemudian mereka berperang, maka mereka itulah para syuhada.� (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

    Eman Mulyatman
    Sumber : Majalah Sabili



    Tanda Kiamat Dari Irak


    Timur Tengah jadi ajang pertarungan ideologis para penganut agama samawi. Mungkinkah krisis Irak adalah simpul makin dekatnya kiamat?

    Idiom Perang Salib sempat meluncur dari mulut seorang Presiden George Bush sesaat ba�da ambruknya dua menara WTC, 11 September 2001. Walau kemudian dibantah, ucapan tersebut sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia menebarkan luka sejarah yang amat dalam. Umat Islam jadi pesakitan, dituding sebagai pelaku teror.

    Bumi jihad Afghanistan jadi sasaran. Pemerintah berdaulat Thaliban digulingkan diganti pemerintahan boneka Hamid Karzai.

    Setelah Afghan, Irak jadi sasaran. Tepat waktu Subuh, dini hari 20 Maret 2003, sejumlah rudal Amerika menghunjam bumi Irak yang penuh minyak.

    Peperangan boleh jadi akan berlangsung panjang. Situasi sulit diprediksi, walau semua pihak sepakat, tak mudah bagi pasukan sekutu untuk merenggut Baghdad dari genggaman pasukan elit Garda Republik dan Fidaiyyin asuhan Saddam.

    Dalam perjalanan sejarah nan panjang, wilayah Timur Tengah selalu menjadi pusaran kancah konflik yang terjadi di dunia. Wilayah tempat turunnya agama-agama samawi ini, tak hanya menyimpan kekayaan minyak yang berlimpah-ruah, tapi juga riwayat panjang perseteruan ideologis antar pengikut agama samawi. Rentetan invasi umat Kristen (Eropa) ke wilayah umat Islam terekam dalam Perang Salib. Hancur leburnya kota Baghdad di tangan bangsa Tartar, tak lepas dari bocoran informasi pengkhianat Daulah Abbasiyah yang keturunan Yahudi. Menurut analisa para sejarawan Muslim, berbagai pergolakan di Timur Tengah, termasuk jatuhnya Baitul Maqdis, tak lepas dari skenario keji Yahudi.

    Latar belakang sejarah tersebut tak lepas dari konstelasi konflik yang sedang berkecamuk saat ini. Banyak pertanyaan mengemuka, mengapa AS begitu bernafsu mengarahkan mesin perangnya ke Irak? �Apapun yang dikeluarkan oleh Presiden Bush, adalah hasil lobi Zionis,� papar Ihsan Tandjung yang dikenal menekuni masalah-masalah gerakan Zionisme.

    Banyak analisa mengemuka. Tapi, bagi umat Islam, analisa dari sisi ideologis tak mungkin diabaikan. Allah SWT telah mengingatkan hamba-Nya, �Tak akan rela Yahudi dan Nashrani hingga kamu mengikuti agama mereka,� (QS Al-Baqarah:120). Alasan ideologis adalah alasan yang paling mendasar terhadap pertanyaan mengapa AS menyerang Irak. Ini diakui warga AS sendiri dalam poling yang dilakukan pemerintahnya.

    Terlebih tiga hari setelah melakukan agresi atas Irak, Presiden Bush dan Tim Doa Kepresidenannya melakukan kebaktian yang amat jelas menghasung ide Perang Salib baru

    Majalah Sabili
    (Baca Tulisan: Salib-Davidian di Balik Agresi Amerika).

      Waktu sekarang Sun 24 Sep 2017, 04:42