Di Sukabumi, Kristenisasi Berhadiah Mobil

    Share
    avatar
    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Di Sukabumi, Kristenisasi Berhadiah Mobil

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 09:41

    Hadiah mie bagi siapa saja yang mau berpindah ke agama Kristen, itu sudah kuno

    Hadiah mie bagi siapa saja yang mau berpindah ke agama Kristen, itu sudah kuno. Sejalan dengan perkembangan zaman, nilai hadiahnya mengalami peningkatan yang luar biasa. Konon, siapa pun yang berhasil mengajak 8 orang Muslim masuk Kristen akan mendapat hadiah sebuah mobil yang masih gres dan on the road. Belum lagi bonus-bonus lainnya yang disebut sebagai plus-plusnya. Hal itu terjadi di kawasan Sukabumi dan sekitarnya.

    Sementara untuk mengkristenkan sejumlah masyarakat di kawasan Kabupaten Tangerang yang menjadi target sasaran utama bagi misionaris itu, telah disediakan dana mencapai kurang lebih Rp 16 triliun.

    Di samping memiliki dana yang sangat besar, proyek pemurtadan ini telah menerjunkan 'petugas lapangan' yang memiliki trik-trik kampiun dan licin. Sehingga sepak terjang mereka selama ini nyaris sulit terdeteksi. Demikian diungkapkan Ketua Umum Pergerakan Islam untuk Tanah Air (PINTAR), Drs. Muhammad Alfian Tanjung kepada Jurnal Islam, belum lama ini.

    Melihat kenyataan semacam itu, pihak PINTAR lantas melakukan investigasi. Hasilnya? Telah ditemukan sejumlah warga masyarakat yang semula Muslim berganti memeluk Kristen. Itu berarti masyarakat Muslim di Provinsi Banten, khususnya di Kabupaten Tanggerang harus meningkatkan kewaspadaannya. Tanpa kewaspadaan yang tinggi, dikhawatirkan masyarakat Muslim di Tangerang bisa berangsur-angsur 'punah' dan berganti menjadi pemeluk Kristen.

    Haji Suhandi seorang purnawirawan ABRI yang sekarang menjadi kontraktor mengaku banyak mengetahui proses pendangkalan akidah dan proses berpindahnya umat yang sudah memeluk agama Islam ke agama Kristen.

    Di kawasan Tigaraksa, tempat bermukimnya, misalnya, "misi kristen mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK), di antaranya kursus keterampilan pertanian yang diberikan secara cuma-cuma. Selain itu, mereka sangat royal memberikan bantuan untuk membeli sembako dalam bentuk uang.

    "Memang sekali dua kali tidak terasa. Tapi kalau terus-menerus, lama-lama mereka yang telah diberi bantuan akan tertarik juga. Setelah itu, mereka diajarkan tentang paham-paham agama Kristen. "Dengan proses demikian, tanpa terasa, mereka tergiring masuk dalam jebakan misi Kristen itu," ujar H. Suhandi, 60 tahun.

      Waktu sekarang Mon 27 Mar 2017, 15:31