Catatan dari Yogya, Sponge Bob, jadi Gembala

    Share
    avatar
    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Catatan dari Yogya, Sponge Bob, jadi Gembala

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 09:39

    Relawan HTI Klaten bersaing dengan Missionaris
    \Malang nian nasib korban bencana gempa bumi di Yogya dan sekitarnya. Sudahlah ditimpa gempa masih di datangi Spone bob & Patrick karena masih dianggap sesat.

    Awalnya Umi, seorang gadis kecil kelas 2 SD itu merasa gembira bukan kepalang ketika sekelompok oang bermobil memberikan bebeapa buku kepadanya. Namun setelah ia buka-buka dan membacanya, ada yang aneh dalam buku itu, isinya tidak seperti yang ia pahami selama ini, karena ada ayat-ayat yang aneh menurutnya.

    Merasa bingung dengan isi komik tersebut, Umi pun menyerahkan buku-buku itu kepada seorang relawan HTI yang sedang membantu korban gempa di desanya. Maka pada taggal 26 Juni 2006 lalu, di desa Segoroyoso kecamatan Plered Bantul itu dikumpulkanlah berbagai buku-buku aneh yang telah tersebar dan membingungkan para korban gempa itu.

    Ternyata buku yang diterima Umi merupakan salah satu alat untuk mempengaruhi akidah kaum muslimin yang sedang ditimpa musibah bencana gempa bumi di Yogya dan Jateng. Buku - buku itu disebarkan oleh relawan REBANA (Remaja Babtis Nusantara) yang berposko di Dk. Birin Ds. Mlese kec. Gantiwarno Klaten.

    Targetnya tentu bukan untuk memberikan bantuan bagi korban bencana semata namun justru untuk melaksanakan misi pemurtadan bagi para korban gempa. Bagi anak-anak, membaca komik merupakan hal yang menarik, apalagi komik tersebut cukup terkenal karena telah dimainkan dalam film anak-anak.

    Walhasil Sponge Bob dan kawan-kawannya pun diutus untuk menghibur sekaligus menyelamatkan anak-anak korban gempa yang sesat untuk dibawa ke jalan Tuhan versi mereka. Tentu ini membahayakan akidah anak-anak sebagai generasi penerus dan harapan umat. Hal ini sekaligus memberikan gambaran kepada kita bahwa semakin hari, upaya untuk mempengaruhi akidah umat ini telah dilakukan sejak dini yakni mulai anak-anak yang dilakukan dengan berbagai cara.

    Upaya mempengaruhi akidah di daerah bencana, bukan hanya dialami oleh Umi yang masih kelas 2 SD itu, namun dialami juga oleh para orang dewasa. Sebut saja Walidah, warga Sentran Karang Talun kec. Emogiri Bantul ini pernah ditawari untuk mengganti agamanya dengan akan diberikan rumah dan sepeda motor. Peristiwa itu terjadi saat Walidah menunggui orangtuanya di Rumah Sakit Sarjito Yogyakarta. Namun godaan rumah dan motor itu tidak menggoyahkan akidahnya. Walhasil Walidah pun selamat dari upaya pemurtadan.

    Namun tentu akan banyak Walidah-Walidah lain yang akan didatangi dan ditawari untuk mengganti akidahnya, mampukah mereka mempertahankan akidahnya ditengah himpitan kebutuhan hidup dalam suasana sulit sementara ada tawaran menggiurkan didepan matanya?

    Selayaknya pemerintah segera menertibkan LSM yang beroperasi di daerah bencana dengan kedok kegiatan kemanusiaan namun sejatinya hanya menyebarkan kemungkaran dan kekufuran yang mengundang murka Illahi. Sementara kita sebagai kaum muslim harus membantu sekuat tenaga dan saling mengingatkan untuk memperkokoh ukhuwah demi mempertahankan akidah saudara-saudara kita. (Suara Islam)

    RELAWAN HTI KLATEN BERSAING DENGAN MISIONARIS

    Yogyakarta--(Khilafah1924 Press). Tak hanya di wilayah Bantul DIY, ternyata gerakan misionaris baik terselubung maupun terang-terangan juga didapati relawan HTI Klaten. Reporter Khilafah1924 Press pada Selasa malam (6/6) telah meliput kegiatan TMK (Tabanni Mashalih Klaten) di Posko Utamanya, di Jl Diponegoro by pass Klaten Km 5. Para relawan HTI Klaten banyak memberikan laporan gerakan misionaris tersebut di wilayah korban gempa Klaten.

    Jarwanto, seorang relawan HTI Klaten menceritakan kiprah sebuah organisasi bernama REBANA di dukuh Birin, desa Mlese, Kecamatan Gantiwarno, Klaten. Jangan salah, REBANA tidak ada hubungannya dengan alat musik yang populer di kalangan muslim. REBANA adalah singkatan Remaja Baptis Nasional, sebuah lembaga Kristen yang membuka posko di dukuh Birin tersebut, yang hanya berjarak 20 meter dari Posko HTI Klaten.

    "Jumlah relawan mereka sekitar 10 orang, Mas, putera dan puteri," ujar Jarwanto. Namun selanjutnya Jarwanto melanjutkan laporannya dengan wajah geram,"Tapi relawan puterinya itu, lho, Mas, berbusana seperti wanita muslimah. Mereka pakai kerudung, dan bahkan ada yang pakai baju jubah seperti yang dipakai aktivis puteri HTI. Bahkan tadi sore (6/6) saya berpapasan dengan salah satu mereka, lalu dia mengucapkan,'Assalamu'alaikum!' kepada saya."

    Memang, aktivitas REBANA belum terbukti menyebarkan barang-barang cetakan yang memropagandakan agama Kristen. Tapi mereka telah melakukan pengaburan identitas antara Islam dan Kristen. Istilah REBANA yang mereka pakai, juga busana muslimah yang dipakai aktivis puterinya, jelas-jelas berusaha mengaburkan identitas Kristen mereka. Tentu hal itu bisa membuat masyarakat terkecoh dengan tipu daya itu.

    Para relawan HTI Klaten tersebut berkomitmen untuk terus waspada dan melakukan konsolidasi dengan warga setempat. Para relawan pun semakin insyaf akan bahaya Kristenisasi, setelah reporter Khilafah1924 Press menjelaskan telah ditemukan bukti-bukti Kristenisasi di desa Segoroyoso, Pleret, Bantul, oleh relawan HTI yang bertugas di sana.

    Di sisi lain, kegiatan HTI DIY dalam program TMY (Tabanni Mashalih Yogya) masih terus berkembang secara ekstensif. Bidang Logistik melaporkan, pada Selasa (6/6) HTI telah menerima 4 (empat) tenda dari Dolog DIY. Sumbangan ini langsung disalurkan ke posko-posko HTI di wilayah korban gempa Kabupaten Bantul.

    Bidang Medis melaporankan (6/6), Dinas Kesehatan Bantul (RSUD Bantul) telah memberikan bantuan obat-obatan kepada HTI dan pada Selasa (6/6) sudah diterima di Posko Pusat HTI DIY di Jl Beji, Yogyakarta.

    Semetara itu program Recovery Mental yang berlangsung Selasa (6/6) adalah Pelatihan Relawan HTI Klaten. Penanggung jawab bidang Recovery Mental, Shiddiq al-Jawi, memberi pelatihan kepada 15 relawan dan 3 relawati HTI Klaten di Posko Utama HTI Klaten, Jl Diponegoro by pass Km 5. Pelatihan yang berlangsung gayeng ini dimulai pukul 19.15 dan berakhir pukul 21.00 WIB.

    Shiddiq al-Jawi banyak bercerita mengenai kegiatan HTI DIY, agar menjadi pelajaran bagi para relawan HTI Klaten. Termasuk bagaimana mewaspadai gerakan Kristenisasi yang sangat keji dan berbahaya itu. (MSJ)

    Sumber : Khilafah1924.org

      Waktu sekarang Mon 18 Dec 2017, 00:26