Ada Apa Antara Gusdur dan Kristen?

    Share
    avatar
    Syafruddin Mansyur
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 7
    Poin : 21
    Age : 37
    Lokasi : Kairo, Mesir

    Ada Apa Antara Gusdur dan Kristen?

    Post by Syafruddin Mansyur on Sun 29 Nov 2009, 13:08



    avatar
    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Re: Ada Apa Antara Gusdur dan Kristen?

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 09:50

    Abdurahman Wahid memang sarat kontroversi. Yang paling anyar adalah beredarnya VCD Gus Dur pidato di depan sepuluh ribuan umat Kristiani di Jakarta. Apa saja katanya?

    Dekatnya seorang Abdurahman Wahid dengan kalangan Kristen adalah hal yang biasa. Gus Dur berceramah di gereja atau di berbagai acara kaum Kristiani juga hal yang lumrah. Permakluman terhadap tindak-tanduk mantan presiden yang punya nama asli Abdurahman ad-Dakhil itu, bisa jadi lantaran apa yang ia ucapkan dalam kesempatan itu hanya didengar oleh mereka yang hadir.

    Tapi apa yang akan terjadi bila pidato atau ceramah Gus Dur di depan umat Kristiani tersebar ke tengah masyarakat luas? Ini yang tidak biasa.

    Awal Juni lalu, saat RUU Sisdiknas masih mengundang demo pro dan kontra, di kalangan terbatas ada sas-sus bahwa VCD Gus Dur, yang berpidato memprovokasi umat Kristiani untuk menentang RUU Sisdiknas, telah beredar. Menurut beberapa orang yang telah menonton, pidato itu disampaikan dalam acara peringatan Paskah di Istora Senayan, akhir Mei lalu.

    �Sudah berhari-hari, kemarin dulu saya di Sampang-Madura, malamnya di Ujung Pangkah di Gresik, besok paginya Nguno-Tulungagung dan sebagainya. Tadi pagi di Serang, saya berbicara tentang perlunya kita menentang rancangan undang-undang Sisdiknas!� ujar Gus Dur lantang yang langsung mendapat aplaus bergemuruh dari seluruh hadirin.

    Gus Dur berdiri di podium di atas panggung. Latar belakang panggung bergambar kepulauan nusantara yang disinari mercusuar. Di atasnya tertulis dengan huruf kapital kalimat �Kesatuan Umat Menuju Transformasi Bangsa�.

    Dalam pidatonya, Gus Dur menyinggung tentang Piagam Jakarta. Dikatakannya bahwa ayahnya, KH. A. Wahid Hasyim, bersama enam orang tokoh Islam di zamannya (Ki Bagus Hadikusumo, Abdul Qahhar Muzakir, Abdurahman Baswedan, Abikusno Cokrosuyoso, Ahmad Subardjo dan H. Agus Salim) tidak menyetujui Piagam Jakarta. �Dengan demikian, kokohlah pendapat bahwa negara dan agama harus dipisahkan!� ujar Gus Dur yang disambut tepuk tangan sangat meriah.

    Benarkah KH A. Wahid Hasyim, ayah kandung Gus Dur, menentang Piagam Jakarta dan menyetujui pemisahan negara dengan agama seperti yang dikatakan oleh Gus Dur?

    BJ. Boland, pendeta Kristen asal Belanda, doktor alumni Universitas Leiden, dalam bukunya �Pergumulan Islam di Indonesia� (1985) melukiskan sosok KH. A. Wahid Hasyim sebagai berikut:

    �Wahid Hasyim dapat dipandang sebagai paling radikal, hingga tidak diikutkan dalam kelompok kerja untuk menyiapkan Rancangan Undang-undang Dasar bentukan Soekarno yang akan rapat 12 Juli 1945� Wahid Hasyim memang memanfaatkan rancangan Pembukaan yang diusulkan tersebut sebagai suatu titik tolak untuk pengaturan lebih lanjut menuju suatu negara Islam. Ia menyarankan agar diadakan ketentuan, bahwa hanya orang Islam yang boleh dipilih menjadi presiden atau wakil presiden Republik, dan bahwa pasal mengenai agama harus berbunyi: �Agama negara adalah Islam, dengan jaminan kemerdekaan bagi penganut agama lainnya untuk menganut agama mereka��

    Pada bagian lain, Boland mengutip pernyataan KH. A. Wahid Hasyim: �Kalau presiden adalah seorang Muslim, maka peraturan-peraturan akan mempunyai ciri Islam dan hal itu akan besar pengaruhnya. Tentang Islam sebagai agama negara, hal ini akan penting artinya bagai pertahanan negara. Umumnya, pertahanan yang didasarkan kepada keyakinan agama akan sangat kuat, karena menurut ajaran Islam orang hanya boleh mengorbankan jiwanya untuk ideologi agama.�

    Soal hubungan antara agama dengan negara, sikap KH. A. Wahid Hasyim amat tegas. Menanggapi pidato Presiden Soekarno di Amuntai, Kalimantan Selatan (1953), yang menyatakan jika Indonesia berdasarkan Islam maka banyak daerah yang penduduknya non Muslim akan melepaskan diri, Sebagai Ketua PBNU, KH. A. Wahid Hasyim mengirim surat kepada Soekarno dan menegaskan:

    ��pernyataan bahwa pemerintahan Islam tidak akan dapat memelihara persatuan bangsa dan akan menjauhkan Irian, menurut pandangan hukum Islam, adalah pernyataan mungkar yang tidak dapat dibenarkan syariat Islam dan wajib bagi tiap-tiap Muslim menyatakan ingkar atau tidak setujunya� (Anshari 1997:69).

    Jelas, Gus Dur telah berbohong. Alangkah teganya seorang anak mengatakan ayahnya yang seorang ulama besar Islam sebagai pendukung sekularisme. Padahal BJ. Boland yang pendeta Kristen saja mengakui KH. A. Wahid Hasyim sebagai tokoh Islam yang keras dan komit pada keislamannya.

    Jika merunut �gaya� Gus Dur, sesungguhnya ini juga bukan keanehan. (alm) KH. As�ad Syamsul Arifin pun sampai-sampai menyatakan mufaqoroh (pisah jalan) dengan Gus Dur dan menyatakan Abdurahman Wahid sebagai �Imam yang Kentut�, sebab itu dilarang untuk dimakmumi siapa pun.

    Terlebih secara terang-terangan Gus Dur banyak mengambil posisi mendekat kepada musuh-musuh Islam dan malah menjauh dengan tokoh-tokoh Islam. Setelah menjadi anggota kehormatan Shimon Perez Institute yang berkedudukan di Israel, Gus Dur pada tanggal 28 Januari 2002 juga dilantik menjadi anggota kehormatan Laskar Kristus (The Legium Christum). Gelanggang Olah Raga (GOR) Kampus Universitas Manado di Tataaran Tondano, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, menjadi saksi pengukuhan ini.

    Tempo News Room pernah memuat wawancaranya dengan Sekretaris Laskar Kristus, Lucky Senduk, tentang penganugerahan ini. Menurut Lucky, pemberian gelar anggota kehormatan, karena sikap Wahid dinilai sejalan dengan misi Laskar Kristus. Sebagai anggota kehormatan, Wahid mendapat tugas khusus. �Tugas Gus Dur, sebagai ujung tombak menolak pemberlakuan Piagam Jakarta dan melalui NU melindungi orang Kristen di Jawa,� ujar Lucky.

    Jika demikian, jelaslah sudah, siapa Gus Dur atau Abdurahman Wahid itu. Nahdlatul Ulama (NU) tidaklah identik dengan Gus Dur. Zaman keemasan NU sebagai poros mercusuar umat Islam Indonesia, seperti saat dipimpin oleh KH. A. Wahid Hasyim dulu, harus dikembalikan. Ini adalah tugas kita semua, umat Islam Indonesia.
    avatar
    Commander Khattab
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 8
    Poin : 12

    Re: Ada Apa Antara Gusdur dan Kristen?

    Post by Commander Khattab on Thu 24 Dec 2009, 03:14

    Hal tentang gusdur

    1. Gusdur membela group Band Dewa yg berjingkrak2 di atas asma Allah (apakah ini benar, walaupun dia tdk melihat dengan matanya???)

    2. Gusdur membela INUL dengan goyangannya. APakah bergoyang dimuka umum u/ wanita halal hukumnya??? (belajar dimana dia??? al-azhar???)

    3. Gusdur bilang dengan mulutnya bahwa alqur'an kitab porno..(adakah seorang muslim yg rela menghina kitabnya sendiri... apakah dia msh seorg muslim???)

    4. Membela Ahmadiyyah dan menyatakan bahwa itu bukan aliran sesat... Dan dengan beranggapan bahwa kebebasan u/ berkeyakinan. (seseorang yg mengakui adanya nabi setelah Nabi Muhammad saw adalah kafir??? apakah gusdur masih Islam???)

    5. Dia sekolah di AS, apakah AS negara Islam? apakah sumber Islam disana???
    dan satu lagi Jiwa Yahudi ada didalam jasad orang yang memusuhi orang yang menegakkan hukum dan syari'at Islam disuatu tempat bajaklaut

    Sponsored content

    Re: Ada Apa Antara Gusdur dan Kristen?

    Post by Sponsored content


      Waktu sekarang Mon 20 Nov 2017, 00:55