Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Share
    avatar
    Ibnu Jaleel
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 3
    Poin : 5

    Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by Ibnu Jaleel on Thu 30 Sep 2010, 20:36

    Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu

    Oleh: Syahrul Efendi D

    ANDA mungkin sering berjumpa dengan seorang Muslim yang semangat untuk mengajak orang untuk tunduk dalam naungan Islam. Tidak hanya tunduk, dia pun mungkin mengajak Anda lebih keras lagi untuk mengamalkan syariat dalam seluruh dimensi kehidupan Anda. Di kantorkah, di sekolahkah, lingkungan keluarga, lingkungan tempat tinggal, bahkan di negara Anda pun dia menuntun Anda untukmengusahakannya, seberat apapun tantangannya.

    Tentu tidak ada yang salah dengan isi ajakannya itu. Tapi mengapa hari ini, ajakan semacam itu laksana terbentur tembok yang tebal? Kok kelihatannya semakin keras usaha ke arah semacam itu, semakin keras pula reaksi yang datang, baik dari kalangan luar orang Muslim maupun juga dari dalam orang Muslim sendiri. Apakah kita akan berapologi dengan menyatakan: demikianlah sunnatullah, kelak juga akan sirna yang bathil dan akan menang yang haq. Apakah apologi ini bukan merupakan cara kita untuk menutup diri dari introspeksi dan otokritik serta menutup mata dengan kenyataan yang ada?

    Mengajak orang ke dalam naungan Islam atau dakwah merupakan pekerjaan yang bernilai tinggi. Namun tidak semua orang akan menyambut ajakan itu dengan suka cita. Sebagian ada yang timbang-timbang, ada yang apatis, ada yang sinis, ada yang menolak tegas secara langsung, dan ada yang malah menghalangi dan memerangi ajakan mulia itu. Itulah realitas manusia. Pengajak atau dai tentu tidak patut marah dan frustasi dengan keadaan yang diterimanya. Apalagi jika sampai memaksakan kehendak agar semua orang yang diajak tunduk kepada apa yang diajaknya.

    Allah SWT sendiri menyatakan: Laa ikraaha fiddiin (Tidak ada paksaan dalam Agama) (Q.S. Al-Baqarah:256). Begitu juga Nabi SAW telah mencontohkannya dalam usaha dakwahnya. Kalau yang diajak bergeming dengan keyakinan lamanya, maka dia tetap harus dilindungi. Untuk usaha perlindungannya dikenakan kompensasi sesuai aturan Islam yang sudah ditetapkan. Mereka yang bergeming dengan keyakinan lama tapi dilindungi itu, disebut dengan kafir dzimmy.

    Sebab apabila orang terpaksa tunduk ke dalam Islam, suatu saat apabila ada kesempatan, bukan tidak mungkin dia akan membalas dendam. Padahal Islam menghendaki ketundukan dan keimanan sejati dan sempurna dari orang yang masuk ke dalam Islam sebagaimana sempurnanya iman Ibrahim as, anbiya’ dan sahabat-sahabat Nabi SAW.

    Lalu dari manakah timbulnya ketundukan dan keimanan sejati itu? Ketundukan dan keimanan sejati hanya ada dalam domain hati. Otak tidak bisa angkat bicara tentang hal itu. Mungkin otak akan manggut-manggut pada argumen filosofis tertentu, tapi dia selalu menuntut danbertanya-tanya. Tidak demikian halnya dengan hati. Apabila dia telah terpesona dan kenal dengan baik, dia akan mulai tunduk dan aktif mencintainya. Paralel dengan hal ini, apabila hati telah terpesona dengan Islam dan kenal akan mutu tingginya, dia akan tunduk dan aktif mencintai dengan mengamalkan ajaran dan sunnah-sunnah pembawanya, Nabi Muhammad SAW.

    Saat hati telah tersentuh dan terpesona dengan keindahan Islam, dia akan mulai mencoba membuktikan. Cara dia membuktikan ada dua. Apabila dia tidak mau masuk lebih dalam, dia mencoba mencermatinya dari kesaksian yang dia lihat sendiri. Namun bagi yang mau masuk lebih dalam, dia mencoba mengalami, apakah yang dipandang demikian adanya.

    Beginilah cara kerja hati manusia dalam menilai sesuatu. Kontradiksi dan inkonsistensi faktor kegagalan dakwah hati manusia menuntut kesejatian dan keutuhan.

    Apakah kesejatian itu?

    Kesejatian lawan dari kepalsuan. Dia selaras antara apa yang tampak dimata (zahir) dengan apa yang tersembunyi di dalam (bathin). Dia apa adanya. Bukan kamuflase, artifisial, dan sejenisnya. Sedangkan keutuhan adalah tidak terbagi-bagi. Dia bulat dari sisi ke sisi. Dia senyawa dari hulu ke hilir. Hati manusia cenderung mencari ke sini: keutuhan dan kesejatian. Menolak kepalsuan dan keretakan.

    Apabila Islam hari ini terwujud berupa kesejatian dan keutuhan dalam praktik kaum Muslimin, tentu semua hati manusia akan berduyun-duyun menggabungkan diri ke dalam naungannya seperti halnya manusia berbondong-bondong masuk ke dalam Islam di masa Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.

    Tapi hari ini kita menjumpai Islam yang kontradiksi dan inkonsisten dalam praktik kaum Muslimin. Kontradiksi antara konsep dengan pelaksanaan kaum Muslimin maupun inkonsisten antara seruan dan perkataan kaum Muslimin dengan perbuatan sehari-hari mereka. Tentu tidak semuanya demikian.

    Misalnya, kaum Muslimin berkata bahwa mereka beriman kepada Penciptanya, namun dia mengingkari imannya dengan perbuatan –perbuatan haramnya seperti korupsi, berzina dsb. Mereka menyatakan bahwa sesama kaum Muslimin saling menyayangi dan mengayomi, tapi mereka saling memangsa dan bahkan lebih suka mengayomi yang belum Muslim. Lalu bagaimana mungkin hati-hati manusia yang belum tersentuh Islam akan tertarik dengan wajah kontradiksi dan inkonsisten dari praktik kaum Muslimin semacam itu. Mereka tentu akan melihat wajah Islam yang retak. Jangan disalahkan apabila mereka berkomentar: ngapain masuk Islam, yang Muslim saja begitu.

    Inilah yang menjadi faktor penghalang orang untuk simpati dan tertarikmasuk ke dalam ajaran Allah. Yang menghalangi mereka adalah orang-orang Muslim sendiri yang inkonsisten dan kontradiksi tersebut.

    Pantaslah apabila Muhammad Abduh pernah mengatakan: Al-Islaamu mahjuubun bil muslimiin (Islam ditutupi oleh orang-orang Muslim sendiri). Padahal Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya telah mengajarkan dengan baik dalam contoh pengalaman hidup mereka.

    Seperti yang dibaca oleh kaum Muslimin dalam berbagai riwayat bahwakunci sukses dakwah Nabi SAW dan sahabatnya adalah tiadanya kontradiksi dan inkonsistensi dalam keberislaman mereka. Keberislaman mereka utuh, sempurna dan sejati sehingga orang-orang ketika itu terperangah dan takjub seolah-olah menjumpai manusia asing yang sempurna. Mereka menyaksikan Islam laksana taman bunga yang indah yang sungguh sayang untuk tidak dimasuki walau dari pintu manapun.Wallahua’lam bishshawab.
    avatar
    BOCAH gak NAKAL
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 2
    Poin : 2

    Re: Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by BOCAH gak NAKAL on Thu 30 Sep 2010, 20:49

    nice post ustadz

    Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk masuk Islam. Mereka dibiarkan memeluk keyakinan dan agama mereka. Hanya saja, pengakuan Islam terhadap pluralitas agama tidak boleh dipahami bahwa Islam juga mengakui kebenaran (truth claim) agama selain Islam.

    hebat
    avatar
    kalong
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 9
    Poin : 13
    Age : 26
    Lokasi : Malang

    Re: Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by kalong on Thu 30 Sep 2010, 20:52

    bagaimana dengan ide pluralisme agama yang saat ini sering digembar-gemborkan??
    avatar
    queen hizbulloh
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 5
    Poin : 13

    Re: Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by queen hizbulloh on Thu 30 Sep 2010, 20:57

    Di Islam tidak ada Pluralisme,,,,seandainya ide pluralisme agama ini memang diakui di dalam Islam, berarti, tidak ada satupun orang yang dikatakan kafir. Tetapi al-qur’an dengan sangat tegas menyebut orang ahlikitab yang tidak menerima Islam dengan sebutan kafir. Firman Allah

    Sesungguhnya orang-orang kafir dari golongan ahli kitab dan orang-orang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruknya mahluk (al-Bayyinah:6)

    Demikianlah, Islam sama sekali tidak mengakui kebenaran ide pluralisme. Islam hanya mengakui adanya pluralitas agama dan keyakinan. Maknanya Islam hanya mengakui adanya agama dan keyakinan di luar agama islam, serta mengakui adanya identitas agama-agama selain Islam. Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk masuk Islam. Mereka dibiarkan memeluk keyakinan dan agama mereka. Hanya saja, pengakuan Islam terhadap pluralitas agama tidak boleh dipahami bahwa Islam juga mengakui adanya kebenaran pada agama selain Islam. Islam tetap mengajarkan bahwa agama di luar Islam adalah kesesatan, meskipun diijinkan hidup berdampingan dengan Islam.

    Akhirnya, pluralisme adalah paham sesat yang bertentangan dengan aqidah Islam. Islam mengajarkan keyakinan bahwa islam sajalah agama yang benar, yang diridlai Allah. Orang yang masih mencari agama selain Islam, ia akan rugi, karena amalnya tidak diterima oleh Allah. Siapapun yang mengakui kebenaran agama selain Islam, atau menyakini bahwa orang Yahudi dan Nashrani masuk ke surga, maka dia telah mengingkari ayat-ayat al-Qur’an yang tegas dan jelas. Pengingkaran tersebut berakibat pada batalnya keislaman seseorang, na’udzubillah min dzalik.
    avatar
    kanoute
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 5
    Poin : 5

    Re: Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by kanoute on Thu 30 Sep 2010, 21:05

    ikut nyimakkkk 8->
    avatar
    Ibnu Jaleel
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 3
    Poin : 5

    Re: Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by Ibnu Jaleel on Thu 30 Sep 2010, 21:09

    kalong wrote:bagaimana dengan ide pluralisme agama yang saat ini sering digembar-gemborkan??

    Islam Tidak Memaksa Manusia untuk Masuk ke Dalam Agama Islam

    Ayat yang sering digunakan dalil untuk membenarkan ide pluralisme adalah ayat;

    “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (al-Baqarah:256)

    Surat al-Baqarah ayat 256 ini sering dieksploitasi untuk membenarkan ide pluralisme. Mereka menyatakan, Islam tidak memaksa pemeluk agama lain untuk masuk ke dalam Islam, bahkan mereka dibiarkan tetap dalam agama mereka. Ini menunjukkan, bahwa Islam mengakui kebenaran agama selain Islam (pluralisme), tidak hanya sekedar mengakui pluralitas (keragaman) agama.

    Koreksi:

    Sesungguhnya, ayat ini tidak bisa digunakan dalil untuk membenarkan ide pluralisme. Ayat ini hanya berbicara pada konteks “tidak ada pemaksaan bagi penganut agama lain untuk masuk Islam”. Sebab, telah tampak kebenaran Islam melalui hujjah dan dalil yang nyata. Oleh karena itu, Islam tidak akan memaksa penganut agama lain untuk masuk Islam. Ayat ini sama sekali tidak menunjukkan, bahwa Islam membenarkan keyakinan dan ajaran agama selain Islam. Bahkan, ayat ini telah menunjukkan dengan sangat jelas, bahwa kebenaran itu ada di dalam agama Islam, sedangkan agama yang lain jelas-jelas bathilnya. Hanya saja, kaum Muslim tidak diperbolehkan memaksa penganut agama lain untuk masuk ke dalam Islam.

    Imam Qurthubiy di dalam Tafsir Qurthubiy menyatakan, bahwa yang dimaksud dengan al-diin pada ayat di atas (al-Baqarah:256) adalah al-mu’taqid wa al-millah (keyakinan dan agama). Sedangkan kandungan isi ayat ini, seperti yang dituturkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Ibnu Katsir, adalah; sesungguhnya seorang Muslim tidak boleh memaksa orang kafir untuk masuk Islam. Sebab, kebenaran Islam telah terbukti berdasarkan hujjah yang terang dan gamblang; sehingga, tidak perlu lagi memaksa para penganut agama lain untuk masuk ke dalam Islam.

    Ayat ini tidak berhubungan sama sekali dengan ide pluralisme yang diusung oleh kaum pluralis. Bahkan, ayat ini menyatakan dengan jelas, bahwa Islam adalah agama yang paling benar, sekaligus menolak truth claim agama-agama selain Islam. Tidak adanya pemaksaan atas penganut agama lain untuk masuk Islam hanya menunjukkan bahwa Islam mengakui identitas agama mereka. Akan tetapi, Islam tidak mengakui sama sekali truth claim agama mereka. Bahkan, kaum Muslim diperintahkan untuk mengajak orang-orang kafir masuk ke dalam agama Islam dengan hujjah dan hikmah.

    “Tiap umat mempunyai cara peribadatan sendiri, janganlah kiranya mereka membantahmu dalam hal ini. Ajaklah mereka ke jalan Rabbmu. Engkau berada di atas jalan yang benar.” (al-Hajj:67)

    Sponsored content

    Re: Wajah Kontradiksi Dakwah Hari Ini

    Post by Sponsored content


      Waktu sekarang Tue 30 May 2017, 19:59