BERDAKWAH DENGAN KELEMBUTAN

    Share

    alif
    Administrator
    Administrator

    Posting : 12
    Poin : 24

    BERDAKWAH DENGAN KELEMBUTAN

    Post by alif on Sat 21 Aug 2010, 00:39

    Assalamu'alaikum Wr Wb

    Tanda Allah swt sayang kepada umat ini, maka Allah swt hadir kan agama di tengah-tengah mereka. Hadirnya agama di tengah-tengah kita bukan datang dengan sendirinya melainkan karena ada orang-orang yang mau menyisihkan waktu , tenaga dan pikir mereka , meninggalkan kampung mereka , anak istri mereka demi tersebarnya risalah baginda Rasulullah saw.

    Mereka mengantarkan agama ketengah-tengah umat dengan penuh hikmah dan kelembutan ( para Nabi dan Rasul , para Shahabat Nabi, Tabiin, Tabiut Tabiin dan para pengikut mereka). Kita bisa lihat ketika Allah swt utus Nabi Musa as kepada Fir’aun yang kala itu telah melampaui batas karena sudah merasa dirinya sebagai Tuhan, lebih parah dari pada apa yang dilakukan orang-orang pada jaman ini yang mengaku-ngaku sebagai nabi dan rasul. Allah swt berpesan kepada Musa as : “[size=18]Berkatalah kepadanya dengan lemah lembut agar ia mengikuti jalan yang benar atau agar ia takut kepada-KU[/size]”.

    Allah swt beri Musa as tongkat bukan untuk memukul Fir’aun melainkan untuk datangkan yakin yang sempurna kepada diri Musa as sendiri tentang kemaha kuasaan Allah swt. karena disini lah sebenarnya maksud dari dakwah itu sendiri, bagaimana para pekerja dakwah semakin hari semakin iman dan yakin mereka meningkat kepada Allah swt.

    Kalau ada pekerja dakwah yang semakin dia sering berdakwah tapi semakin sikap dan prilakunya menjadi kasar maka perlu di pertanyakan dakwah mereka. Karena tujuan dari pada dakwah itu sendiri, bagaimana membenarkan sifat dan yakin kita menjadi lebih baik setiap harinya.

    Kita lihat para sahabat Nabi saw , yang mana dulunya begitu jahil , sampai-sampai mengubur anak wanitanya hidup-hidup, berjudi dengan menebak janin yang ada di rahim wanita dengan cara membelah perut wanita tersebut bahkan meminum-minuman keras dari batok kepala manusia. Tapi setelah tersentuh dakwah dan mulai berdakwah lambat laut sikap-sikap mereka berubah.

    Ketika Ibrahim as melihat begitu banyaknya berhala di dalam kabah, maka Ibrahim as menghancurkan berhala tersebut dengan kapak, dan meletakkan kapak tersebut pada berhala yang paling besar, lantas apa yang terjadi kepada Ibrahim as. Ia di bakar dalam kobaran api oleh Raja Nambrut dan Raja Nambrut tidak juga beriman. Coba bandingkan dengan apa yang Rasulullah saw lakukan!!! pada saat Rasulullah saw diangkat sebagai Rasul , berhala yang ada di dalam kabah tidak kalah banyak dengan berhala yang ada pada jaman Nabi Ibrahim as, tapi kita tidak pernah mendengar Rasulullah saw manghancurkan berhala-berhala tersebut, lantas apa yang Rasulullah saw lakukan???

    Rasulullah saw buat dakwah dengan hikmah dengan cara menunjukan aklaq yang baik dan tidak lupa memperbaiki yakin beliau dengan cara selalu bangun malam, sholat, berdoa dan menangis agar umat di berikan hidayah dan kepahaman. Dan hasilnya kabah bersih dari berhala tanpa Rasulullah saw mengotorkan tangannya. Berhala-berhala itu di hancurkan sendiri oleh para sahabat dengan sebuah kesadaran penuh tanpa ancaman dan itimidasi.

    Sesungguhnya medan kerja dakwah adalah hati-hati manusia, bagaimana kita membawa hati-hati manusia kepada yang Memiliki Hati ( Baca : Allah swt ). Karena medan dakwahnya hati maka dakwah memerlukan kehati-hatian jangan sampai karena sikap kita yang kasar malah membuat orang lari dari agama dan terhalang hidayah karena sikap kita. Nauzubilah summa Nauzubilah.

    Lantas bagaimana seharusnya sikaf kita dalam ber dakwah ??

    1. Jangan gunakan agama untuk kepentingan diri sendiri.

    2. Jagalah diri kita supaya jangan ada sifat bangga, ingin dipuji, ingin mashur, karena ini adalah nafsu. Jadikanlah diri kita ini mahluk disisi Allah swt. maka Allah swt akan menumbuhkan kepada semua makluk supaya mencintai kita.

    3. Akhlak dan perbuatan kita mestilah bersih dan suci. Kita meski menghormati orang Islam lebih dari kita menghormati masjid.

    4. Niatkan diri kita untuk senantiasa mau menjadi pelajar, kita senantiasa mau belajar usaha agama. Kalau kita menganggap kita sudah padai dan mulai niat mengajarkan orang lain, maka amalan kita akan di tolak oleh Allah swt.

    5. Kalau orang membuat kesalahan , maafkan dia dan kalau kita yang membuat kesalahan segeralah meminta maaf.

    6. Kalau kita membantu orang lain maka akan timbul kasih sayang , tetapi kalau kita yang minta di bantu orang lain maka akan menimbulkan perpecahan.

    7. Kita mengamalkan agama agar agama masuk kedalam diri kita , dan kita fikirkan dan amalkan bagaimana agama juga masuk kedalam diri orang lain.

    8. Lidah kita kecil tetapi badan kita besar, oleh karena itu maka marilah kita sedikit berbicara banyak “bekerja”

    9. Orang yang mengalirkan air mata dan sesak dadanya karena melihat keadaan agama, maka mereka akan kekal dalam dakwah.

    10. Jadilah bunga dan jangan jadi duri di tempat kamu. Kelakukanmu hendaknya lebih banyak berkata dari pada ucapan lidahmu. Dan buatlah usaha dakwah dengan tawadhu maka dengan itu Allah swt akan kekalkan kita, sedangkan yang membuat usaha dakwah dengan takabur maka Allah swt akan hinakan dan lemparkan dia dari kerja dakwah.

    Semoga Allah swt selalu memperbaiki sifat dan kekalkan diri kita dalam usaha dakwah ini dan menerima semua pengorbanan kita selama ini. amien Senang

      Waktu sekarang Tue 28 Feb 2017, 21:54