SUMBER THEOLOGY GEREJA (pengantar penulis penulis alkitab)

    Share

    ahmad ismail
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 9
    Poin : 23

    SUMBER THEOLOGY GEREJA (pengantar penulis penulis alkitab)

    Post by ahmad ismail on Fri 01 Jan 2010, 15:52

    OLEH : Dr Ahmad Ismail Fernandez.

    Penulis adalah mantan biarawan dari Soverdi.

    Dalam mempelajari permasalahan ini (dogma dan ajaran agama Kristen-Katolik), senang atau tidak kita harus kembali lagi ke abad IV SM sampai dengan abad ke XV M, di mana kebiasaan penguasa Romawi, reaksi masyarakat, konsep tentang tuhan, status ten tang manusia, tujuan-tujuan dari agama dan kehidupan ini, untuk dapat dijadikan panduan dalam studi tersebut. Hal ini bukanlah sesuatu hal yang mengada-ada melainkan sebuah kemestian yang harus dilaksanakan karena budaya-budaya tersebut melatar belakangi perumusan dogma agama “Gereja Samawi” tersebut.

    Mengurai permasalahan ini secara mendetail khususnya perilaku penguasa Romawi tidak begitu bermanfaat, sekalipun konsep-konsep kebajikan teologis ini berasal dari buah pikiran mereka, akan tetapi dalam kesempatan ini saya membahas beberapa istilah dalam Gereja dan memaparkan beberapa Kontradiksi dogma Gereja sejarah perkembangannya, guna untuk ketahui umat yang awam dalam permasalahan ini. Akan tetapi sebelumnya saya mendefenisikan terlebih dahulu apa itu Katolik dan apa itu Kristen, sumber theology gereja.

    1. Defenisi Katolik

    Kata Katolik berasal dari bahasa Yunani, yang berarti “untuk umum”. Kalimat ini terbagi dalam dua suku kata yaitu: “Cathos’ yang berarti ‘untuk’ clan “Lichus” yang berarti ‘umum’. Cathoslichus berarti untuk umum atau universal.Kata ini untuk pertama kalinya ditemukan dalam tulisan Ignatius dari Antiokia (Antkhiocia) yaitu surat yang dikirim kepadajemaat-jemaatnya di Smirna. Dalam terminologi Kristen/Katolik, kata ini dipergunakan untuk beberapa arti sebagai berikut:

    • Gereja yang universal, sebagai unsur pembeda dengan Gereja-Gereja lokal. .
    • Gereja yang benar, sebagai pembeda dengan aliran skimastik.
    • Bagi penulis sej arah , hal ini dipakai untuk menunjuk kepada Gereja sebelum perpecahan antara Gereja Barat dengan Gereja Timur pada tahun 1054 M.

    Semenjak munculnya gerekan reformasi yang dipimpin oleh Marthinus Luther, Gereja Barat memakai kata ini untuk nama dirinya.

    2. Defenisi Kristen

    Kata Kristen diambil dari kata Christ dan Thelein. Christ adalah Yesus dan Thelein adalah pengajaran. Kata Kristen bermakna orang-orang yang mengikuti pengajaran Yesus. Istilah Kristen diperkenalkan dalam Gereja pada tahun 190 M oleh Tertullianus satu paket dengan Rumusan Trinitas yang adalah hasil rumusannya sendiri yang diambil dari tradisi Hellenisme.
    Permasalahan dalam penamaan ini, sebagian orang dari kalangan (Kristen) memberikan pernyataan bahwajikalau demikian dapatlah dikatakan bahwa usia Kristen dan Katolik itu sama atau kata Kristen lebih tua usianya. Hal atau pernyataan tersebut adalah sama sekali tidak berdasar. Karena pada tahun 207 M sewaktu diadakan Sidang Sinode Gereja di kota Sardika untuk mengambil keputusan tentang pemakaian kata untuk nama Gereja,- apakah Gereja Barat mau menerima kata Kristen untuk merubah nama Gereja Roma, Gereja Barat (Roma) keberatan untuk memakai kata Kristen sebagai nama dirinya untuk menghilangkan unsur Yahudi dalam tubuh Gereja.
    Semenjak saat itu kata Kristen hilang atau tidak terdengar. Kemudian kata ini muncul kembali pada abad ke sebelas sewaktu Martinus Luther mengadakan reformasi.

    3. Sumber Theology Gereja

    a. Golongan Apollogetika

    Golongan Apologetika adalah sekumpulan orang-orang (filsuf) yang berupaya ‘menyesuaikAn InjU dengan peradaban’. Maksud atau tujuannya adalah; “ingin” membuktikan bahwa hanya Injil yang menggenapi semua cita-cita filsafat Yunani. Menurut pandangan filsafat Yunani:

    “Allah bersemayam di tempat yang sangat jauh di atas dunia ini, yakni di sebuah tempat yang tidak dapat didekati. Manusia dapat berhubungan dengan Allah hanya melalui pertolongan Roh atau para. Dewa.”
    Roh pengantar yang paling u tama adalah ‘Logos atau Kalam’. Logos atau Kalam ini adalah Allah Yang berwujud yang terbentuk di dan oleh dunia. Konsep ini (Allah disetarakan dengan Logos) membuka pintu perpecahan dalam tubuh Gereja dan membuka pula pintunya untuk dimasuki ajaran-ajaran dari budaya-budaya kekafiran.

    Theologi ApolIoget tentang kelepasan dunia adalah sebagai berikut:

    Allah menjadikan logos dalam rangkaian waktu, sebagai Roh yang berpribadi, dan dengan adanya Logos tersebut membuat Allah mampu untuk menjadikan (baca: menciptakan) segala sesuatu.

    b. Tertullianus

    Tertullianus adalah seorang pengacara yang bekerja di Chartago. Kita mengenal Tertullianus dari tulisan-tulisannya yang dibukukan sebagai bahan rujukan dalam sekolah-sekolah tinggi teologi. Kitab-Kitabnya ini (Tertullianus) ditulis sekitar tahun 195 M hingga tahun 220 M. Theologinya sama dengan golongan Apologet, yang menjadi bahan rujukan teologi Gereja Barat. Tertullianus adalah orang yang pertama kali memakai istilah “Theologia” untuk rumusan rumusan yang menjadi hal yang lazim sejak zaman itu misalnya : dosa turunan, tebusan dosa dan rumusan-rumusan yang lainnya seperti: Allah berzat satu tetapi berpribadi tiga. la memandang manusia dan Allah sebagai seorang terdakwa dihadapan hakim. Se bagai seorang apolloget, Tertullianus mengajarkan bahwa Logos adalah sesuatu zat yang lebih tinggi dari Allah.

    c. Clemens dari Alexandria

    Adalah seorang ahli teologi yang memadukan atau menyesuaikan filsafat Yunani dengan’ Gnostik. Maksud dan tujuannya adalah sebagai upaya untuk menggerejakan orang kafir yang tingkat intelektualnya sangat tinggi.

    4. Origenes

    Origenes adalah seorang yang tingkat kepandaiannya dapat disetarakan dengan para Dewa. 6054 buah Kitab ditulis olehnya, terutama Ki tab yang berisi tafsiran ketuhanan dan filsafat.Ajaran Origenes adalah sebagai berikut:
    “Asal dan tujuan dart segala sesuatu yang hidup adalah ‘Bapa’, Allah yang abadi, yang dart kekal melahirkan segala sesuatu yang ada. Yangpertama dilahirkan oleh Allah adalah Logos, yang Keilahiannya tetap lebih rendah dari ‘Bapa’. Logos atau Anak adalah oknum yangmelahirkan Roh Kudus. Dart Roh itu terpancarlah segala Roh ataujiwa yang lebih rendah, yang juga bertabiat Illahi akan tetapi berkehendak bebas”.

    Kehendak itu disalahgunakan untuk melawan Allah. Cuma satu jiwa saja yang tetap setia kepada Allah. Sebagai hukuman atas masalah ini, semua Roh yang jatuh ke dalam dosa dikurung dalam sebuah (suatu) badan jasmani. Malaikat-malaikat yang jatuh sedikit saja, sehingga mendapat badan serupa bintang dilangit. Di bawah Malaikat adalah dunia dan dibawah dunia adalah setan-setan yang hidup dalam kegelapan. Malaikat dan setan berjuangmerebut dunia dan manusia.

    Dasar dan sistem yang di pakai Origenes dalam penafsiran yang alegoris terlalu sangat lemah, sekalipun demikian Gereja pada zaman itu menghormati Origenes sebagai Bapa Gereja, kemudian pada tahun 399 M Gereja mulai sadar bahwa ajarannya (Origenes) tidak sesuai lagi dengan Injil dan Kitab Hexapla yang ditulisnya itu, sehingga teologinya secara resmi ditolak oleh Negara Gereja. Akan tetapi hasil-hasil pemikirannya masih ada sampai saat ini, terutama Kitab Hexapla dan kemudian direvisi oleh Hieronimus dengan nama Vulgata atas perintah Paus Damascus untuk menghilangkan perbedaan-perbedaan Kitab-Kitab dalam bahasa Latin yang dewasa ini dikenal dengan nama Kitab Perjanjian Lama yang dipakai oleh Gereja Katolik Roma dan Gereja Protestan sampai sekarang.

      Waktu sekarang Thu 19 Jan 2017, 22:13