Waspadai Kristenisasi Berkedok Bantuan Kemanusiaan

    Share
    avatar
    Jabir
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 8
    Poin : 13

    Waspadai Kristenisasi Berkedok Bantuan Kemanusiaan

    Post by Jabir on Fri 25 Dec 2009, 18:06

    09 Jan, 05 - 11:00 am

    Banyaknya relawan asing yang kini bertebaran di Aceh dikhawatirkan berbagai kalangan. Sebagian menghawatirkan adanya kristenisasi terselubung sebagaimana kasus yang terjadi di Iraq.

    Banyaknya pasukan asing ini rupanya cukup menghawatirkan berbagai pihak. Selasa (4/1) kemarin, melalui fax yang dikirim ke kantor redaksi Hidayatullah.com Mejelis Mujahidin Indonesia (MMI) memperingatkan agar pemerintah segera membatasi kehadiran relawan asing di bumi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Dalam release nya itu MMI meminta pemerintah membatasi ruang gerak relawan asing tanpa jelas identitas dan tujuannya. “Pemerintah harus membatasi kehadiran relawan asing di Aceh, dan tidak boleh bebas berkeliaran di lokasi bencana, tanpa diketahui identitas dan tujuannya,” kutip MMI yang ditandatangai Ketuanya, Irfan S Awwas. Lebih lanjut, selain meminta pemerintah membatasi ruang gerak relawan asing, Irfan juga meminta pemerintah untuk memobilisasi relawan lokal.

    Dalam pernyataan pers nya, MMI juga meminta pihak Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) atau pihak lain untuk tidak memancing di air keruh dalam peristiwa Aceh. "PGI wajib menyadari bahwa rakyat Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) mutlak sebagai rakyat Muslim yang wajib dihormati eksistensinya, " tulisnya.

    Seperti dikutip Republika, diberitakan sebelumnya, seorang pastur Australia, Chris Riley, berencana membangun tenda penampungan untuk anak-anak di Aceh. Rencana itu terungkap dalam wawancara khusus stasiun televisi Channel 9 dengan sang pastur, Selasa (4/1) waktu Brisbane. Riley akan berangkat ke Aceh pada 5 Januari 2004. Menurutnya, tenda-tenda penampungan sementara itu akan dibangun permanen di masa mendatang.

    Beberapa saat yang lalu, seperti dikutip Radio Irib, Direktur Pusat Pemikiran Islam Modern Kanada Zafar Bangash menyatakan saat ini, para missionaris Kristen fundamentalis asal AS sedang mengupayakan perluasan agama Kristen di wilayah pendudukan Iraq.

    Dalam siaran bahasa Inggrisnya, Radio Iran itu melaporkan bahwa menurut penemuan Bangash, para penginjil asal AS tengah membagi-bagikan injil berbahasa Arab di bawah bendera bantuan kemanusiaan. Menurut Bangash, lembaga-lembaga ini memiliki agenda untuk memerangi fenomena pesatnya perkembangan kebudayaan Islam yang kaya di negara 1001 malam itu dengan berkedok bantuan kemanusiaan. (irib/rep/cha/Hidayatullah.com)

    Relawan Asing Makin Berjejal di Bumi Rencong

    Lihat di : USS Abraham Lincoln ada di Aceh
    Bumi Rencong kini ramai pasukan dan relawan asing. "Mirip jambore internasional dan adu kekuatan militer, "ujar seorang wartawan lokal. AS bahkan mengirim kapal perangnya. Sampai kapan mereka di sini?

    Jika Anda datang ke Bandar Udara Polonia Medan atau turun ke Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh, janganlah kaget. Sebab di tempat itu, kini telah dipenuhi pesawat-pesawat asing dan ribuan relawan bule. Di Bandar Udara Sultan Iskandar Muda Aceh, khusunya di lapangan milik Angkatan Udara (AU) bahkan telah berkemah ratusan relawan asing dan LSM seluruh penjuru dunia. “Pokoknya, mirip jambore internasional, “ ujar seorang relawan asal Jakarta kepada Hidayatullah.com.

    Para relawan dan LSM datang dari berbagai negara, mulai dari Amerika Serikat (AS), Inggris, Malaysia, Singapura, Tunisia, Aljazair, Belanda, Australia, Cina bahkan dari Afrika. Selain mendirikan kemah, mereka juga menggelar posko-posko kemanusiaan. Seorang wartawan asal Indonesia menceritakan, kondisi itu mirip pameran kedirgantaraan. “Mirip pameran militer lah, “tambah Dzikrullah pada Hidayatullah.com.

    Maklum, semenjak Indonesia diketahui sebagai negara dengan korban Tsunami terbesar, hampir seluruh negara datang membantu. Dengan alasan kemanusiaan, mereka kemudian mengerahkan pesawat terbang dan peralatan militernya.

    Sebagaimana diketahui, pemerintah Singapura, Senin (3/1) lalu telah mengirim pesawat helikopter Chinook ke Meulaboh yang diikuti oleh pengiriman satu kapal militer milik Angkatan Udara (AU) Singapura sebagai tempat landing pesawat-pesawat helikopter tersebut.

    Sementara itu Pemerintah Tunisia juga telah mengirim dua pesawat Hercules berisikan peralatan medis, tenda dan makanan untuk korban tsunami di NAD dan Sumatera Utara. Kedua pesawat tersebut telah tiba di Indonesia pada akhir pekan lalu.

    Aktivitas di Lanud Sultan Iskandar Muda juga masih terlihat sibuk. Helikopter-helikopter milik AU Australia, AU Singapura dan AU Amerika Serikat terus-menerus mendarat dan pergi.

    Sebelumnya, dalam awal pergantian tahun lalu, Amerika Serikat (AS) telah mengirimkan sebuah kapal induknya, USS Abraham Lincoln ke Aceh. USS Abraham Lincoln menjadi Posko Operasi Bantuan untuk Aceh dan sudah mengirimkan 12 helikopternya untuk mengangkuti pasok pangan darurat ke lokasi-lokasi terisolasi , termasuk Meulaboh.

    Menurut berbagai sumber, menyebutkan, kapal induk yang juga mengangkut puluhan pesawat tempur di atasnya itu lepas jangkar di perairan tenang sekitar 3 mil laut dari wilayah Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

    Empat kapal perang AS lainnya dalam operasi bantuan itu juga diperkuat dengan ribuan personel Marinir serta pelaut Amerika. Pihak militer AS mengatakan misi pertolongan yang diberikan tersebut berskala terbesar yang pernah dilakukan sejak Perang Vietnam. Entahlah, sampai kapan mereka di sini. (Dzik/hid/cha/Hidayatullah.com)

      Waktu sekarang Wed 20 Sep 2017, 23:31