MTV Staying Alive 2009: Agenda Kapitalis Perusak Anak Muda Tawarakan Solusi Busuk Kondom

    Share
    avatar
    salwa
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 17
    Poin : 50
    Age : 32
    Lokasi : Malang

    MTV Staying Alive 2009: Agenda Kapitalis Perusak Anak Muda Tawarakan Solusi Busuk Kondom

    Post by salwa on Wed 16 Dec 2009, 18:13

    Perusakkan generasi negeri ini terus digelorakan oleh para agen kapitalisme sekularisme berbungkus hiburan kepada anak-anak muda kita. Dengan menyebut memperingati AIDS Sedunia dan ingin dikatakan bahwa mereka peduli korban AIDS, mereka tiada hentinya secara langsung atau pun tidak langsung mengkampanyekan ajakan seks bebas di kalangan anak muda dengan mempromosikan kondom.

    Sebut saja, sebuah acara maksiyat berselimut konser pro sosial "MTV Staying Alive 2009", yang digelar oleh Global TV beserta perusahan kondom. Melalui media televisi ini mereka merusak generasi muda negeri ini dengan kemaksiyatan berbaju seni dan konser sosial.

    MTV Staying Alive merupakan salah satu program yang sarat dengan agenda para kapitalis. Sejak diluncurkan tahun 1998, kampanye MTV Staying Alive adalah kampanye pencegahan penularan HIV dan AIDS terbesar yang difokuskan untuk pemuda. Tentu saja solusi yang ditawarkan rusak dan keliru, bukan solusi cerdas dan Islami. Hanya untuk kepentingan para kapitalis, yang dibalut nama "konser sosial", mereka terus kampanyekan solusi busuk kondom. Bahkan beberapa agen kapitalis yang dibayar untuk tampil dalam acara tersebut dengan terang-terangan mempromosikan penggunaan kondom kepada remaja.

    Sebut saja seperti yang dilansir oleh detik, seorang selebritis mengingatkan para remaja agar pakai kondom. "Kita harus setia dengan pasangan kita, jangan jajan sembarangan dan jangan lupa pakai karet pengaman," ucapnya, Ahad (06/12/09). Walaupun dia menyarakan anak muda menjauhi perilaku seks bebas. Tetapi, sesungguhnya dia sendiri tengah berada dalam jurang yang dalam, terlibat dalam mengkampanyekan seks bebas itu, melalui ajakannya agar remaja menggunakan kondom.

    Bukankah tindakan mereka dengan mempromosikan penggunaan kondom kepada remaja adalah bentuk dari ajakan seks bebas? Tentu saja. Siapa sebenarnya yang menjadi sasaran dari acara tersebut? Pastinya bukan orang yang sudah berkeluarga, melainkan ditujukan untuk anak muda. Hal itu diakui oleh pihak televisi.

    "Ini sebagai bentuk tanggungjawab moral MTV dan Global TV terhadap penyebaran HIV dan AIDS di Indonesia," ungkap Direktur Utama Global TV Daniel Hartono dalam konferensi pers di Hard Rock, EX Plasa, Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (26/11).

    Apakah para remaja di negeri ini, mereka berpasang-pasangan sudah dalam ikatan pernikahan? Apakah di negeri ini, remaja SMA sudah diperbolehhkan menikah? Nyatanya di negeri bermayoritas Muslim ini melalui sistem yang rusak telah dibuat separangkat sistem untuk memperlambat nikah usia dini. Mereka, para remaja, tidak diperkenankan untuk menikah, sementara sajian-sajian yang menggiring kepada perilaku seks bebas terus digembar-gemborkan.

    MTV Staying Alive 2009 dimeriahkan dengan penampilan selebritis diantaranya, Andra & The Backbone, Afgan, ST12, d'Masiv, RAN, GIGI, Aura Kasih, Vidi Aldiano, Mulan Jameela, Mahadewi, Drive, Saykoji, Hello, J Rocks, Pas Band, Samsons, Marvells, Lyla, Domino, Steven n Coconutreez, Kotak dan masih banyak lagi.

    Sekali lagi, inilah bukti nyata kerusakkan tatanan sistem sosial di negeri ini yang telah menyebabkan kehancuran generasi muda masa depan. Sebuah sistem yang berakar dari akidah sekularisme, pemisaan agama dari kehidupan. Para kapitalis dan agen-agennya sudah lupa keberadaan mereka sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah Rabb Al-Mudabbir. Mereka pun tak mau aturan Sang Pencipta itu mengatur kehidupannya, padahal Dia telah memberikan jalan hidup bagi manusia. Mereka seola tidak akan mati sehingga enggan untuk mengingat masa depan yang kekal nanti.

    Padahal, semua manusia pasti mati, termasuk para selebritis yang telah dibayar oleh para kapitalis, juga pemilik media, dan siapa pun. Setelah mati, Allah niscaya akan meminta pertanggungjawaban atas apa telah manusia lakukan di dunia ini, apakah sesuai dengan perintah-Nya atau malah mengingkari-Nya. Jika sesuai dengan aturan-Nya, maka kehidupan jannah dengan kenikmatan yang luar biasa akan menjadi tempat manusia kembali. Sebaliknya, jika berpaling, maka niscara neraka yang menyala-nyala akan menjadi tempat mereka kembali, naudzubillahi mindzalik....

    Wahai anak muda, generasi cerdas waspadalah teradap agenda terselebung para selebritis, para sponsor kapitalis, dan pengelola media televisi kapitalis yang akan menggiring kalian ke jurang kehinaan. Jauhilah konser-konser maksiyat tersebut dan hinakanlah aktivitas-aktivtasnya. Jangan jadikan para selebritis itu sebagai idola kalian, karena tidak layak untuk jadi idolah. Enyahkanlah dalam benak kalian. Tidakkah kalian ingat sabda Rasulullah Saw., "Engkau akan bersama dengan apa yang engkau cintai." Jadi, jika kalian menjadikan idola para selebritis yang rusak itu, niscaya nanti di akhir kalian akan bersama dengannya. Persoalannya di surgaka atau di neraka?

    Sementara untuk para selebritis, para sponsor, dan pemilik media, sadarlah bahwa kalian pasti akan mati. Sadarlah, aktivitas Anda sia-sia belaka di hari akhirat nanti. Malah justru sebaliknya, jika Anda menjauhi perintah Sang Pencipta dan mengikuti keinginan para kapitalis untuk merusak generasi, Anda akan dimintai pertanggungjawabannya. Bertobatlah, sebelum masa yang menyakitkan itu tiba.

    Tak lupa juga, kerusakkan sistem sosial saat ini, banyak sedikitnya juga akibat kelalaian para penguasa yang tidak menerapkan aturan Islam dan tidak peduli terhadap masa depan umat. Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa mereka peduli, ketika program-program dan kegiatan yang maksiyat itu malah dibiarkan.

    Sudah saatnya, generasi muda hari ini mencampakkan tatanan sosial yang rusak itu dan beralih kepada sistem paripurna dan memuliakan. Itulah sistem Islam yang akan tegak secara sempurna di bawa naungan Khilafah Rasyidah yang insya Allah tidak akan lama lagi, segera berdiri. Khilafah akan menjadikan potensi anak muda untuk kemajuan umat dalam membangun peradaban, tidak seperti dalam sistem kapitalisme saat ini yang menjadikan anak muda sebagai objek sajian para kapitalis.

      Waktu sekarang Mon 20 Nov 2017, 00:55