Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel?

    Share

    Syaifullah
    Pion Kecil Artrab
    Pion Kecil Artrab

    Posting : 35
    Poin : 64
    Age : 36
    Lokasi : Dunia

    Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel?

    Post by Syaifullah on Sat 21 Feb 2009, 04:54

    Jumlah ummat Islam ada 1,2 milyar. Sementara Yahudi hanya sekitar 20 juta di mana 7 juta tinggal di Israel. Sisanya 6 juta tinggal di AS, 700 ribu di Perancis dan Rusia, 300 ribu di Inggris, Asia, Amerika latin, dan sebagainya. Bahkan di Indonesia juga ada.

    Mengapa ummat Islam yang jumlahnya jauh lebih besar bisa dikalahkan Israel dengan mudah? Mengapa Ummat Islam meski saudara Muslimnya di Palestina dibantai Israel tidak berdaya sama sekali untuk membantu sehingga 1.033 warga Palestina (sebagian besar wanita dan anak-anak) tewas dan 4.850 luka parah? Jumlah korban terus bertambah hingga sekarang (saat ini hari ke 20). Bukankah kata Nabi Muhammad SAW ummat Islam itu seperti satu tubuh? Jika yang lain sakit, maka yang lain akan merasakan sakit juga? Apakah ke-Islaman kita sudah sangat tipis?

    Ini tak lepas dari berbagai faktor. Yang utama adalah karena kelemahan ummat Islam sendiri.


    Ummat Islam Tidak Bersatu

    Pertama ummat Islam tidak bersatu. Tapi bercerai-berai. Padahal dalam surat Ali ‘Imran ayat 103 Allah melarang ummat Islam bercerai-berai. Saat ini ummat Islam di seluruh dunia terkotak-kotak dalam banyak negara yang tidak jarang satu sama lain saling bermusuhan bahkan perang seperti Iraq, Kuwait, Arab Saudi, Iran, dan sebagainya.

    Padahal ketika ummat Islam bersatu, ummat Islam mampu mengalahkan musuhnya dengan mudah. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ummat Islam mampu menghalau kaum Yahudi serta menundukkan kerajaan Romawi dan Persia. Pada zaman Sultan Salahuddin Al ‘Ayubi, ummat Islam mampu mengalahkan negara-negara Eropa yang bersatu dalam perang merebut Yerusalem.

    Sebaliknya, kaum Yahudi yang mengembara di berbagai negara seperti Eropa, Amerika, Asia, dan Australia lewat Sistem Ekonomi Neoliberalisme/Kapitalisme melalui Pasar Modal, Pasar Uang, dan Pasar Komoditas akhirnya menguasai perekonomian banyak negara di seluruh dunia. Bahkan 90% sumber daya alam Indonesia seperti minyak, gas, emas, dan sebagainya dikuasai perusahaan-perusahaan kafir yang sebagian besar berasal dari AS. Organisasi PENA memperkirakan perusahaan-perusahaan tersebut memperoleh Rp 2.000 trilyun/tahun dari kekayaan alam Indonesia.

    Tak ada seorang pun yang bisa jadi presiden AS tanpa dukungan dana kampanye dari kelompok Jutawan Yahudi AS dan juga media massa yang dikuasai Yahudi.

    Dengan pimpinan AS yang pemerintahannya dikuasai kelompok Yahudi inilah kaum Yahudi mengerahkan segala dana, SDM, dan militer dari seluruh dunia untuk mendukung Israel. Sebagai contoh, negara-negara Islam seperti Mesir, Turki, dan Yordania selain berasaskan sekuler ciptaan Yahudi juga membina hubungan diplomatik dengan Israel. Presiden Mesir, Hosni Mobarak, bahkan menutup perbatasan Gaza-Mesir sehingga rakyat Palestina tidak bisa melarikan diri ke sana. Makanan dan obat-obatan pun tidak bisa masuk hingga sebagian rakyat Gaza ada yang sampai memakan rumput karena lapar. Presiden Mesir, Hosni Mobarak yang merupakan boneka Yahudi sanggup membuat bangsa Mesir jadi tidak punya rasa persaudaraan Islam atau pun Arab dengan Palestina yang Arab Muslim.

    Oleh karena itu ummat Islam harus bersatu. Segala macam masalah furu’iyah seperti ”Qunut” yang membuat ummat Islam saling timpuk dan hujat satu sama lain harus dihilangkan. Sebab jangankan berdebat tentang hadits, berdebat tentang ayat Al Qur’an yang mutasyabihat (tidak jelas) pun Allah melarangnya (Ali ’Imran:7). Ummat Islam harus bersatu dan tidak boleh terpengaruh oleh kalangan khawarij atau pun ashobiyah yang begitu gampang mengkafirkan Muslim lainnya dan memecah-belah persatuan Islam.


    Ummat Islam Dikuasai Kelompok Kafir

    Ummat Islam juga tidak pantas tunduk kepada PBB yang dikuasai kelompok kafir yang tidak peduli sama sekali pada nasib ummat Islam di Iraq, Afghanistan, dan Palestina. Anggota Tetap DK (Dewan Keamanan) PBB adalah AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan Cina. Semuanya kafir di mana AS, Inggris, dan Perancis dikuasai betul oleh kaum Yahudi. Oleh karena itu bodoh sekali jika ummat Islam mempercayakan nasibnya pada orang-orang kafir yang justru memerangi Islam. Allah melarang ummat Islam mengangkat orang-orang kafir jadi pemimpin atau pelindung (Al Maa’idah:57).


    Sebaliknya Organisasi Konferensi Islam (OKI) harus diperkuat. Harus ada DK (Dewan Keamanan) OKI yang mampu mengirim pasukan untuk membela ummat Islam yang tertindas. Para raja mau pun presiden-presiden negara Islam harus memilih satu pemimpin untuk jadi pemimpin OKI yang akan melindungi mereka semua. Nanti pemimpin OKI inilah yang mengatur dan melindungi negara-negara Islam sehingga perpecahan antara negara Islam bisa dihilangkan.


    Boikot Dollar dan Produk AS dan Israel

    Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohammad, menghimbau agar negara-negara Islam memboikot dollar dan produk AS. Indonesia untuk mempertahankan devisa sekitar US$ 54 milyar harus menjual seluruh kekayaan alamnya, menjual BUMN-BUMN yang bernilai ribuan trilyun rupiah, mengundang investor asing (baca: Investor Kafir), dan juga berhutang kepada IMF, World Bank, ADB, dan sebagainya.

    Sebaliknya, AS dengan mudah dapat membuat dollar. AS tinggal menekan tombol ”Print” untuk mencetak dollar sebanyak yang mereka mau. Padahal dollar AS itu sebenarnya berasal dari kertas yang nyaris tidak ada harganya. Negara-negara Eropa cukup cerdas untuk bisa dipermainkan dollar AS. Oleh karena itu mereka (kecuali Inggris yang Pondsterlingnya nyaris sekuat dollar) membentuk mata uang Euro sehingga perdagangan antar negara Eropa tidak perlu memakai dollar.

    Jika tidak pakai dollar, Indonesia impor barang pakai apa? Indonesia bisa membayarnya dengan mata uang negara Importir seperti Yen Jepang atau Yuan China. Sebaliknya China dan Jepang jika beli barang Indonesia harus membayar dengan rupiah. Atau Indonesia bisa mematok rupiah dengan Dinar Emas atau Dirham Perak. Misalnya Rp 100 ribu saja dengan 0,1 Dinar (1 dinar = 4,25 gram emas 22 karat).

    Bank-bank Syari’ah atau Bank-bank Islam harus mensosialisasikan Dinar emas dan Dirham perak dengan membuka counter jual-beli dinar/dirham sehingga tidak perlu dollar AS lagi. Jika transaksi valas nilainya sekitar Rp 7.000 trilyun/tahun dan memberi keuntungan sekitar Rp 500 trilyun/tahun bagi money changer atau pun bank yang menyediakan transaksi valas, maka jual-beli dinar-rupiah bisa memberikan keuntungan serupa.

    Produk-produk AS yang mendukung Yahudi seperti KFC, McDonald, Sara Lee, Coca Cola, dan sebagainya harus diboikot. Bagi orang-orang yang bekerja di perusahaan tersebut, janganlah takut miskin. Allah mengatakan hal itu dalam Surat At Taubah ayat 28 ketika orang-orang kafir dan perusahaan-perusahaan kafir dilarang memasuki kota suci Mekkah karena banyak orang Islam yang bekerja di perusahaan tersebut. Tapi ternyata begitu perusahaan orang-orang kafir menghilang, perusahaan-perusahaan orang Islam bisa menggantikannya. Ummat Islam justru lebih makmur karena mereka bukan cuma jadi pekerja atau kuli dengan upah UMR saja, tapi juga jadi pemilik perusahaan dengan penghasilan tak terbatas.

    Jangan hanya produk-produk AS yang diboikot. Para pejabat, wakil rakyat, ulama, ekonom mau pun jurnalis Muslim harus berusaha agar perusahaan-perusahaan kafir yang menguasai kekayaan alam Indonesia dan menyumbang total Rp 2.000 trilyun/tahun (menurut organisasi PENA) ke negara-negara kafir tersebut bisa dinasionalisasi sehingga hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat Indonesia dan ummat Islam. Ummat Islam harus bisa mengikuti Venezuela yang telah menasionalisasi perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di negaranya. Tentu saja hal ini akan dapat tentangan dari ekonom ”Mafia Berkeley” yang jadi kaki tangan Yahudi AS. Tapi ummat Islam harus bisa mengalahkan mereka.

    Indonesia ”menyumbang” sekitar Rp 2.000 trilyun/tahun. Begitu pula negara-negara Islam lainnya yang kekayaan alamnya dikuras oleh AS. Uang itu akhirnya dipakai untuk membuat berbagai senjata canggih yang dipakai untuk menyerang dan menjajah Islam seperti di Iraq, Afghanistan, dan juga Palestina. AS setiap tahun menyumbang Israel sebesar US$ 3,2 milyar. Sebagian besar berasal dari negara-negara Islam seperti Indonesia. Ummat Islam yang seharusnya makmur pun jadi miskin seperti Indonesia. Indonesia tanahnya kaya, tapi rakyatnya miskin karena pemimpinnya kurang cerdas sehingga kekayaan alamnya justru dikeruk oleh pihak asing/kafir.

    Ummat Islam juga harus berhenti merokok karena selain berbahaya juga boleh dikata semua perusahaan rokok besar itu dikuasai orang kafir. Bahkan ada pabrik rokok Indonesia yang dikuasai perusahaan AS. Jika seorang menghabiskan Rp 300 ribu per bulan untuk rokok, maka dalam setahun dia menyumbang Rp 3,6 juta kepada orang kafir. Jika ada 100 juta Muslim yang merokok, maka ada Rp 360 trilyun uang yang disumbang ummat Islam kepada orang-orang kafir setiap tahun. Padahal mayoritas ummat Islam miskin dan butuh pertolongan!


    Kuasai Persenjataan Canggih

    Para Mujahidin Indonesia yang akan berangkat ke Palestina juga harus cerdas. Memang bela diri dengan tangan kosong mau pun dengan pedang itu penting. Tapi itu saja tidak cukup! Untuk melawan jet-jet dan helikopter tempur Israel tidak bisa dengan bela diri atau pedang saja. Tapi harus memakai senapan sniper atau pun roket yang bisa mencapai pesawat tempur Israel dan menghancurkannya. Ummat Islam harus menggunakan senjata yang bisa menggentarkan musuh sebagaimana dinyatakan surat Al Anfaal ayat 60.

    Pembuatan roket-roket yang bisa menghancurkan tank-tank dan pesawat Israel macam yang dipakai gerilyawan Hizbullah di Lebanon harus dikuasai sehingga tentara Israel bisa dipukul mundur seperti di Lebanon pada tahun 2006.


    Embargo Minyak terhadap AS dan Israel

    Satu lagi yang harus kita ingat. Kenapa Tank-tank Israel bisa berjalan, pesawat-pesawat tempur Israel bisa terbang, dan roket-roket Israel bisa meluncur? Itu karena minyak dari Arab Saudi. Tanpa minyak, tank, pesawat tempur, dan roket Israel takkan bisa berjalan. Israel tidak punya minyak. AS justru kekurangan minyak. Ada pun Arab Saudi adalah eksportir minyak terbesar di dunia. Tanpa minyak Arab Saudi, Israel tak akan mampu membantai ummat Islam di Palestina dan Lebanon. Oleh karena itu Iran mengusulkan embargo minyak terhadap Israel dan AS untuk mengatasi serangan Israel di Gaza.

    Tahun 1970-an negara-negara Arab bisa membuat AS dan Israel mundur dengan embargo minyak. Namun saat ini pemerintah Arab Saudi mengundang tentara AS untuk menghadapi pemerintah Iraq yang dulu dipimpin Saddam Hussein. Dengan matinya Saddam, harusnya raja Arab berani meminta tentara AS mundur dari tanah Arab.

    Semoga dengan persatuan dan kemandirian, ummat Islam bisa kembali berjaya. Mohon sampaikan informasi ini kepada muslim lainnya.

    Jazakallah Khair Kathira

    alif
    Administrator
    Administrator

    Posting : 12
    Poin : 24

    Re: Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel?

    Post by alif on Tue 01 Dec 2009, 07:59

    Assalamualaikum WW..

    Kelemahan umat Islam yang terkait dengan kapasitas intelektual meliputi:

    Dho'fut Tarbiyah (lemah dalam pendidikan)
    Kelemahan dalam aspek pendidikan formal dan informal (pengkaderan) sangat dirasakan oleh umat Islam masa kini. Jika pendidikan juga pembinaan dan pengkaderan lemah maka akan mustahil melahirkan anasir-anasir dalam nadhatul umat (kebangkitan umat).

    Dho'fut Tsaqofah (lemah dalam ilmu pengetahuan)
    Dewasa ini sedang sangat pesat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tetapi umat Islam terasa tertinggal bila dibandingkan umat yang lainnya, ini disebabkan karena wawasan umat Islam yang sempit dan terbatas juga lemah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan ini disebabkan kemauan umat untuk menuntut ilmu sangat rendah.

    Dho'fut Takhthith (lemah dalam perencanaan-perencanaan)
    Umat Islam sekarang ini tidak memiliki strategi yang jelas. Rencana perjuangannya penuh dengan misteri. Hal tersebut disebabkan umat Islam tidak diproduk dari pembinaan-pembinaan yang baik dan tidak memiliki wawasan ilmu pengetahuan yang memadai.

    Dho'fut Tanjim (lemah dalam pengorganisasian)
    Sekarang ini terjadi gerakan-gerakan yang mengibarkan bendera kebathilan, mereka membangun pengorganisasian yang solid sementara umat Islam lemah dalam pengorganisasian sehingga kebathilan akn diatas angin sedangkan umat Islam akan menjadi pihak yang kalah. Sesuai perkataan khalifah Ali ra "Kebenaran tanpa sistem yang baik akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisasi dengan baik".

    Dho'ful Amniyah (lemah dalam keamanan)
    Masa kini umat Islam lengah dalam menjaga keamanan diri dan kekayaan baik moril dan materil sehingga negeri-negeri muslim yang kaya akan sumber daya alam dirampok oleh negeri-negeri non muslim. Begitu pula dengan Iman, umat lslam tidak lagi menjaganya tidak ada amniyah pada aqidah dan dibiarkan serbuan-serbuan aqidah datang tanpa ada proteksi yang memadai.

    Dho'fut Tanfidz (lemah dalam memobilisasi potensi-potensi diri)
    Umat Islam dewasa ini tidak menyadari bahwa begitu banyak nikmat-nikmat yang Allah SWT berikan dan tidak mensyukurinya. Jika umat Islam mersyukuri segala nikmat Allah dari bentuk syukur itu akan muncul kuatut tanfidz yaitu kekuatan untuk memobilisir diri dan sekarang umat Islam lemah sekali dalam memobolisir diri apalagi memobilisir secara kolektifitas.

    Kelemahan dalam problematika moral (Maradun Nafs)
    Kelemahan-kelemahan dalam problematika moral yang terjadi pada umat Islam sekarang yaitu:

    Adamus Saja'ah (hilangnya keberanian)
    Umat Islam tidak seperti dahulu yang berprinsip laa marhuba illalah (tiada yang ditakuti selain Allah) sehingga tidak memiliki keberanian seperti orang-orang terdahulu yakni Rasulullah dan para sahabatnya yang terkenal pemberani. Sekarang ini umat Islam mengalami penyakit Al Juban (pengecut). Rasa takut dan berani itu berbanding terbalik sehingga jika seorang umat Islam takut kepada Allah maka ia akan berani kepada selain Allah tetapi sebaliknya jika ia takut kepada selain Allah maka ia akan berani menentang aturan-aturan Allah SWT.

    Adamus Sabat (hilangnya sikap teguh pendirian)
    Umat Islam mulai memperlihatkan mudah mengalami penyimpangan-penyimpangan dan perjalanan hidupnya karena disebabkan oleh :
    1. termakan oleh rayuan-rayuan
    2. terserang oleh intimidasi atau teror-teror.
    Salah satu illutrasi hilangnya sabat (keteguhan) ini adalah prinsif-prinsif hidup kaum muslimin tidak lagi dipegang hanya sering diucapkan tanpa dipraktekan. Sebagai contoh Islam mengajarkan kebersihan sebagian dari Iman tetapi di negari-negeri kaum muslim kondisinya tidak bersih menjadi pemandangan pada umumnya.

    Adamut Dzikriyah (hilangnya semangat untuk mengingat Allah)
    Dalam Islam lupa diri sebab utamanya ialah karena lupa kepad Allah. Umat Islam dzikirullah-nya lemah maka mereka kehilangan identitas mereka sendiri sebagai Al Muslimum. Sebagaimana Allah berfirman dalam Qs. Al Hasyr ayat 19 "Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik".

    Adamus Sabr (hilangnya kesabaran)
    Kesabaran merupakan salah satu pertolongan yang paling pokok bagi keberhasilan seorang muslim, sesuai firman Allah Qs.2:153 "Hai orang-orang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar".
    Kesabaran meliputi:
    1. Ashabru bitha'at (sabar dalam ketaatan)
    2. Ashabru indal mushibah (ketaatan ketika tertimpa musibah)
    3. Ashabru anil ma'siat (sabar ketika menghadapi maksiat)
    Sebagai umat Islam harus memiliki kesabaran ketiganya.

    Adamul Ikhlas (hilangnya makna ikhlas)
    Ikhlas tidak identik dengan tulus. Tulus artinya melakukan sesuatu tanpa perasaan terpaksa padahal bisa saja orang itu ikhlas walaupun ada perasaan terpaksa. Contohnya pada seseorang yang melakukan shalat subuh yang baru saja jaga malam sehingga sanat terasa kantuk tetapi karena shalat adalah suatu kewajiban perintah Allah swt ia tetap mengerjakannya dsb.

    Adamul Iltizam (hilangnya komitmen)
    Dewasa ini kaum muslimin kebanyakan tidak istiqomah berkomitmen terhadap Islam bahkan tidak sepenuhnya sadar bahwa Islam harus menjadi pengikat utama dalam hidupnya sehingga mereka banyak menggunakan isme-isme yang lain.

    Maryam Al Farisi
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 5
    Poin : 8
    Age : 31
    Lokasi : Cairo, Egypt

    Re: Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel?

    Post by Maryam Al Farisi on Tue 01 Dec 2009, 08:03

    Apa Penyebab Kemunduran dan Kelemahanan Kaum Muslimin?

    Suatu hal yang sudah diketahui oleh kebanyakan kaum muslimin, demikian juga oleh sebagian besar non-muslim, bahwa umat dan daulah Islam terdahulu adalah bangsa yang paling kuat dan mulia di belahan dunia, sekalipun mereka adalah penduduk minoritas di atas muka bumi ini. Hal ini berlangsung selama bertahun-tahun dalam waktu yang panjang, tanpa ada seorangpun yang menentang tentang hal ini. Adapun sekarang! Telah berubah menjadi negara-negara Islam yang kecil, lemah, buminya di serang, sebagian besar dirampas di bawah penjajahan pemikiran dan kekuatan pasukan, menjadi ekor bagi bangsa di luar Islam.

    Apa yang Telah Terjadi? Mengapa Bisa Demikian? Padahal Dahulu Kekuatan Ada Pada Mereka?

    Pertanyaan ini selalu berputar-putar dalam benak kaum muslimin. Dan setiap kelompok atau golongan mencoba untuk menjawab pertanyaan ini dengan caranya masing-masing, mencarikan jalan keluar untuk mengembalikan kejayaan dan kemuliaan kaum muslimin seperti dahulu. Akan tetapi kebanyakan dari mereka tidak memahami faktor utama penyebab kelemahan, keterbelakangan, serta takluknya kaum muslimin di hadapan negara-negara kafir. Mereka pun merancang program untuk memecahkan masalah ini kemudian berjalan di atasnya, dengan dugaan kejayaan kemuliaan dan kekuasaan kaum muslimin di abad-abad pertama akan terwujud dengan langkah yang mereka tetapkan. Akan tetapi hal yang sebenarnya, mereka telah salah jalan, walaupun sebagian besar dari mereka melakukannya dengan ikhlas untuk memperbaiki keadaan kaum muslimin dalam mengembalikan kejayaan dan kemuliaan kaum muslimin seperti dahulu.

    Sebagian dari mereka menyangka bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah solusi pemecahannya (kata ilmu yang kita pakai di sini bermakna ilmu-ilmu dunia, karena ungkapan inilah yang dominan dan sering dipakai pada jaman sekarang, padahal yang sebenarnya istilah ilmu secara umum dimaksudkan untuk ilmu-ilmu syar’i, akan tetapi laa haula wa laa quwwata illa billaah dan hanya kepada Alloh kita meminta pertolongan). Untuk menuju hal itu maka kaum muslimin harus mengumpulkan peralatan-peralatan canggih dan modern, pemuda-pemuda Islam harus meraih ijasah setinggi-tingginya. Maka setelah semua hal itu tercapai, kita akan menang dan orang-orang kafir-pun akan tunduk dan kita akan kembali seperti sedia kala. Sampai-sampai salah seorang doktor muslim menulis di salah satu surat kabar yang peduli dengan urusan-urusan Islam dan kaum muslimin, dengan perkataannya:

    “ Sesungguhnya negara-negara yang akan jaya dan mulia adalah negara dengan teknologi yang maju…..” (Majalah: Jazirotul Muslimun, edisi 265, 5-8 Sya’an 1410, Artikel dengan judul: Perubahan-perubahan pada dunia sembilan puluhan”

    Dia lupa akan firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala:

    [ ولله العزة ولرسوله وللمؤمنين ] المنافقون: 8

    Artinya:

    “ Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Alloh, bagi Rosul-Nya dan bagi orang-orang mukmin”(QS: Al-Munafiqun: 8)

    Sekarang Anda akan bertanya kepada saya: Jika bukan hal ini yang menyebabkan kelemahan dan kemunduran kaum muslimin, lalu apa?

    Saya katakan ( hanya kepada Alloh saya meminta pertolongan). Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

    [ فإن تنازعتم في شيئ فردوه إلى الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم الآخر...]

    النساء: 59

    Artinya:

    “ Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Alloh (Al-Quran) dan Rosul (As-Sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Alloh dan hari kemudian …” (QS, An-Nisaa: 59)

    Dan inilah yang kita inginkan dan kita tuju, yaitu menjelaskan sebab-sebab kelemahan dan kekalahan kaum muslimin insyaa Alloh, berdalil dengan Al-Quran dan sunnah Rosul-Nya Shollallohu alaihi was sallam. ( Sebagian orang menggunakan ungkapan “ kelemahan Islam” atau yang serupa, ini adalah penggunaan yang salah. Islam adalah agama Alloh yang tegak, tidak lemah dan tidak kalah. Akan tetapi kelemahan itu terjadi pada kaum muslimin atau orang yang mengaku dirinya muslim).

    Sponsored content

    Re: Mengapa Ummat Islam Bisa Dikalahkan Israel?

    Post by Sponsored content Today at 14:47


      Waktu sekarang Fri 20 Jan 2017, 14:47