Para Penghianat?

    Share
    avatar
    queen hizbulloh
    Kafilah
    Kafilah

    Posting : 5
    Poin : 13

    Para Penghianat?

    Post by queen hizbulloh on Mon 07 Dec 2009, 11:35

    Sejarah Pengkhianatan Para Penguasa Arab/Muslim

    1. Rezim penguasa negeri-negeri Teluk membiarkan tentara Amerika memasuki wilayah mereka dengan membangun pangkalan militer di Hijaz.
    2. Alih-alih membela sikap rakyat Palestina yang menentang keberadaan Negara Israel, Raja Yordania Abdullah malah menyerukan agar Pemerintah Persatuan Palestina yang baru harus mengakui Israel dan meninggalkan tindakan kekerasan bila ingin diakui.
    3. Saudi Arabia mengeluarkan fatwa tentang bolehnya berdamai dengan Israel yang secara tidak langsung merupakan pengakuan terhadap Negara Israel.
    4. Beberapa negara Arab dan negeri-negeri Islam lainnya secara terbuka atau diam-diam berhubungan dengan Israel.
    5. Dari sejarah diketahui Raja Abdullah (Transjordan), Raja Farauk (Mesir), memiliki hubungan yang erat dengan Inggris dan Amerika Serikat.
    6. Ayah Raja Abdullah, Sharif Husein, sebelumnya telah bersekutu dengan Inggris untuk memerangi Khilafah Usmaniah. Kakaknya, Faisal, sebelumnya memiliki hubungan dengan pemimpin Zionis Chaim Weisman. Pembentukan Negara Saudi Arabia tidak lepas dari campur tangan negara-negara Barat, dalam hal ini Inggris. Kerjasama ini telah dilakukan oleh Dinasti Saud (rezim keluarga Saudi Arabia) dengan Inggris sekitar tahun 1782-1810. Pada saat itu, Inggris membantu Dinasti Saud untuk memerangi Daulah Khilafah Islam. Dengan bantuan Inggris, Dinasti Saud berhasil menguasai beberapa wilayah Damaskus. Kerjasama Dinasti Saud dengan Inggris ini semakin jelas saat keduanya melakukan perjanjian umum Inggris-Arab Saudi yang ditandatangani di Jeddah (20 Mei 1927). Dalam pernjanjian itu Inggris, yang diwakili oleh Clayton, mempertegas pengakuan Inggris atas kemerdekaan lengkap dan mutlak Ibnu Saud, hubungan non agresi dan bersahabat, pengakuan Ibnu Saud atas kedudukan Inggris di Bahrain dan di keemiran Teluk (George Lenczowsky, Timur Tengah di Tengah Kancah Dunia, hlm 351).
    7. Pola-pola yang hampir mirip terjadi pada negara-negara Arab yang lain.
    8. Pembentukan Negara Kuwait tidak lepas dari pernjanjian Mubarak al-Sabah dengan Inggris pada tahun 1899. Dalam perjanjian itu ditetapkan Kuwait sebagai negara yang merdeka di bawah lindungan Inggris. Negara-negara Arab lainnya juga menjadi rebutan pengaruh negara-negara Besar yang sangat mempengaruhi independensi penguasa negara-negara tersebut.
    9. Negara Mesir dibentuk setelah terjadinya kudeta militer terhadap Raja Farauk (yang dekat dengan Inggris) oleh Gamel Abdul Nasser (yang kemudian banyak dipengaruhi oleh AS).
    10. Tak jauh beda dengan Libya. Libya dibentuk oleh Itali sebagai daerah koloninya pada tahun 1943. Setelah itu Libya menjadi rebutan negara-negara Barat. Terakhir, Raja Idris yang dekat dengan AS dikudeta oleh Khadafi (yang menamatkan pendidikannya di Inggris).

    Pengkhianatan negara-negara Arab juga telah menjadi penyebab dirampasnya dengan mudah tanah-tanah Palestina maupun negeri Arab lainnya oleh Israel tanpa ada perlawanan yang berarti. Direkayasa pula berbagai perang dengan Israel dengan berbagai tujuan antara lain untuk menunjukkan kehiraun rezim Arab tersebut terhadap Palestina. Padahal, kenyataan yang sebenarnya adalah pengkhianatan mereka terhadap Islam dan kaum Muslim. Sebenarnya tidak pernah terjadi perang yang habis-habisan. Empat perang yang pernah terjadi—1948, 1956, 1967, 1975—semuanya berakhir cepat dan dihentikan dengan intervensi Internasional. Wilayah kaum Muslim pun diserahkan kepada Israel dengan alasan kalah perang.

    Dalam perang tahun 1967, Raja Husein dari Yordania menyerahkan Tepi Barat Yordan kepada Israel tanpa berperang; Gamel Abdul Nasser menyerahkan Gurun Sinai dan Jalur Gaza; Hafedz Assad dari Suriah menyerahkan Dataran Tinggi Golan. Dari kekalahan perang yang direkayasa ini pun dibuat mitos bahwa Israel tidak akan pernah terkalahkan. Hal ini kemudian dijadikan legalisasi rezim-rezim Arab untuk tidak berperang terhadap Israel. Oleh sebab itu, seakan-akan perdamaian dengan Israel adalah sesuatu yang tidak bisa ditolak. Padahal nyata-nyata tujuan dari berbagai perdamaian itu justru untuk mengokohkan keberadaan Negara Israel.

    Raja Abdullah ber”cipika-cipiki” dengan BUSH


    Raja Qatar dan BUSH


    Presiden Mesir Husni Mobarak berjabat tangan dengan BUSH disaksikan Penguasa Arab yang lain


    Mahmud Abbas (Fattah) berjabat tangan mesra dengan Menlu Israel Tzipi Livni


    Bercanda Mesra


    Bergandengan Tangan


    JIKALAH PEMANDANGAN DIATAS DILIHAT OLEH RAKYAT PALESTINA, IRAK, DAN NEGARA2 ISLAM YANG PERNAH DIBANTAI OLEH PASUKAN BUSH ALANGKAH TERSAYATNYA HATI DAN PERASAAN MEREKA. Sedih Sedih .


    Foto-foto ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa para penguasa negeri-negeri kaum muslimin ternyata justru lebih menghamba kepada orang-orang kafir yang nyata-nyata sangat membenci dan memusuhi Islam.

    Padahal berkenaan dengan “KRISIS GAZA” saat ini, yang harus mereka lakukan adalah segera kerahkan pasukan dari negeri-negeri Islam itu menuju Gaza untuk menghadapi Israel. Kalau tidak, maka selamanya Umat Islam akan semakin terjajah dan menderita.

    Kemanakah tentara-tentara Islam saat ini? Dimanakah tentara Arab, Iraq, Iran, Mesir, Syria, Yaman, Jordan, Sudan, Lybia, Malaysia, Indonesia, Qatar ?

    Untuk apa peralatan militer yang mereka miliki? Untuk apa bom nuklir Iran, Untuk apa tank-tank Pakistan, Untuk apa rudal-rudal Afghan? Apakah mereka pergunakan untuk memerangi para pejuang Islam yang mereka tuduh sebagai teroris?

    Kebanyakan orang masih saja percaya dan berharap pada PBB atau AS. Terlebih lagi pada pemimpin baru OBAMA yang diharapkan membawa perubahan baru bagi dunia. Padahal siapakah OBAMA ? bagaimana kedekatan OBAMA dengan Israel dan Yahudi ?

    OBAMA, Amerika, Israel, dan AIPAC (lobi Yahudi di Amerika)


    OBAMA dan Rahib Yahudi di TEMBOK RATAPAN YAHUDI

      Waktu sekarang Mon 24 Apr 2017, 08:38