Mengaku Muslim dari Yayasan Dorongan Kasih GKKB Ciburial Bogor

    Share
    avatar
    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Mengaku Muslim dari Yayasan Dorongan Kasih GKKB Ciburial Bogor

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 11:01

    Awas dari Agama Berbeda
    Sejak 1990 saya mendirikan Mushola "Al Fikri" di kampung Citameang, Desa Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor. Selain untuk ibadah, juga untuk anak-anak belajar mengaji Alquran dan pengetahuan agama Islam. Untuk itu saya tempatkan seorang guru mengaji.

    Masyarakat sekitar termasuk berada di bawah garis kemiskinan. Mereka bertani dan penjaga tanah milik orang. Mereka semuanya beragam Islam. Sudah 13 tahun kami membantu kehidupan mereka. Namun kurang lebih satu minggu ini ada dua orang kiriman dari Yayasan Dorongan Kasih yang telah dididik oleh Lembaga Pusat Pengembangan Masyarakat Terpadu. Mereka adalah Sdr Agustri (25) dan Sdri Suwartini (21). Mereka mengaku pada masyarakat bahwa mereka beragama Islam dan mereka ikut mengajar matematika kepada anak-anak kampung di Mushola "Al Fikri" tersebut.

    Setelah saya selidiki, ternyata "Yayasan Dorongan Kasih" dan "Lembaga Pusat Pengembangan Masyarakat Terpadu" berada di bawah pengelolaan Gereja Kristen Jl Lembang Bandung dan bekerja sama dengan gereja Kristen GKKB di Desa Ciburial Bogor.

    Selanjutnya saya mengkonfirmasikan hal tersebut kepada Agustri dan Suwartini dan mereka mengaku beragama Kristen dan dikirim oleh Gereja GKKB tersebut.

    Saya telah melaporkan hal tersebut kepada Kepala Desa Megamendung dan Kades menceritakan kepada saya bahwa di kampung Paseban (sebelah kampung Citameang) keberadaan orang-orang kiriman yayasan tersebut sudah ada sejak tahun 2000 hingga sekarang. Kades baru tahu sekarang bahwa mereka itu beragama Kristen dan kiriman gereja karena mereka mengaku beragama Islam.

    Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai seorang muslim saya merasa wajib melaporkannya kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan harapan agar MUI dapat mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan hukum.

    Sebab jika didiamkan saja dan tidak ditangani dengan serius, maka saya khawatir terjadi pengrusakan Islam yang dengan pelan-pelan tetapi pasti menggerogoti sendi-sendi agama Islam. Hal itu misalnya terbukti ketika saya bertanya kepada Suwartini mengapa mengaku Islam. Dia menjawab, "Saya Islam dalam arti berpasrah diri kepada Tuhan dan segala dosa orang Islam telah ditebus dengan darah Yesus". Juga dikatakan bahwa Nabi Muhammad telah bersabda bahwa Nabi Isa telah di Tuhankan olehnya. Selain itu ia mengaku Islam karena diharuskan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan. Apabila lingkungannya Katholik atau Budha atau Hindu maka harus mengaku beragama Katholik, Budha atau Hindu.

    Ini merupakan penyebaran agama dengan cara tidak terhormat dan merupakan tindak penipuan. Sehingga terdapat unsur kriminal.

    Saya pernah ke daerah transmigrasi di Lampung Timur (Desa Maringgai), dan Sumatra Selatan (Batumarta) bersama-sama dengan Majelis Taklim Attahirriyah. Saya dapati kenyataan ketika datang dari Pulau Jawa, para transmigran 100 persen beragama Islam dan ketika pemilu 1992, terjadi perubahan yaitu yang beragama Islam tinggal 50 persen, sisanya berubah menjadi Kristen dan Katholik.

    Untuk itu sekali lagi saya mohon kepada MUI untuk menindaklanjuti laporan ini dengan seksama.

    Masanah Sari, SH
    Notaris
    Tinggal di Bogor

    Sumber : Republika

      Waktu sekarang Tue 27 Jun 2017, 07:09