Aksi pemurtadan di kampus ITB

    Share
    avatar
    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Aksi pemurtadan di kampus ITB

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 10:09

    Kronologis terjadinya aksi pemurtadan pada acara KKR yang diadakan oleh PMK di kampus ITB

    Senin, 25 Nov 2002, sekitar pukul 15.00 wib
    Sejumlah pengemis jalanan, anak jalanan dan pengamen dibujuk oleh aktivis PMK untuk ikut dalam acara pengobatan gratis.Para aktivis PMK ini berjanji akan mengganti uang pendapatan para pengemis dan pengamen ini untuk satu hari itu (sekitar Rp 100 ribu).Para aktivis PMK ini ketika mengajak tidak memperkenalkan identitas mereka sebagai aktivis Kristen serta tidak memberitahukan kepada para pengemis dan pengamen kalau mereka akan diajak ke acara religius orang-orang Kristen.Kemudian sebagian besar para pengemis dan pengamen ini diangkut oleh taksi dan angkot menuju Aula Barat ITB.Sedangkan sebagian lagi datang sendiri yang sebelumnya juga telah diajak untuk datang ke aula barat ITB.

    Pukul 16.30 wib
    Acara di aula barat dimulai.Ada beberapa para pengamen yang berinisiatif tidak masuk ke aula barat karena telah mengetahui bahwa acara tersebut merupakan acaranya orang Kristen.Dan ada juga seorang ibu beserta anaknya yang keluar dari aula barat tapi dibujuk / dipengaruhi oleh aktivis PMK untuk masuk kembali dan dengan terpaksa ibu dan anaknya tersebut masuk ke aula barat kembali.

    Pukul 17.30 wib
    Salah seorang pengurus Gamais ITB yang mengetahui bahwa ada sejumlah muslim yang berada pada acara KKR tersebut langsung mendatangi aula barat dan bertemu dengan 3 orang aktivis PMK.Akhirnya terjadi proses lobbying.Dari Gamais ITB menginginkan seluruh muslim yang berada di dalam aula barat baik para pengemis, pengamen dll diminta keluar untuk menjalankan kewajiban shalat maghrib serta tidak mengikuti acara tersebut lagi.Tapi dari pihak PMK tidak setuju dan tetap menginginkan mereka tetap di dalam megikuti acara tersebut.Akhirnya dari Gamais ITB mengajukan kesepakatan yaitu jika seluruh muslim yang di dalam aula barat tidak diijinkan keluar untuk shalat dan berbuka puasa maka masalah ini diberitahukan ke pihak Salman dan pihak muslim lainnya.Akhirnya disepakati pihak PMK akan mengumumkan dari depan / panggung yang isinya seluruh muslim diijinkan keluar untuk shalat dan berbuka puasa di Salman dan panitia membantu muslimnya untuk keluar dari aula barat.

    Pukul 18.15 wib
    Panitia mengumumkan dari panggung dengan mempersilahkan yang muslimnya untuk melakukan shalat di Salman dan menawarkan juga bagi yang tidak mau keluar untuk shalat dipersilahkan tetap di tempat.Isi dari pengumuman dari panitia ini jelas-jelas tidak sesuai dengan kesepakatan.Akhirnya dari pihak Gamais ITB membawa keluar beberapa pengemis dan pengamen keluar dari aula menuju mesjid Salman.Dan sebagian besar muslimnya masih di dalam aula barat.

    Pukul 18.50 wib
    Beberapa orang dari pihak Gamais ITB kembali mendatangi Aula Barat untuk menjemput muslim yang masih ada di dalam.Dan berhasil mengeluarkan beberapa muslim.Pada saat penjemputan ini, di dalam aula sedang berlangsung acara pengobatan dengan menggunakan cara-cara nasrani yaitu pendetanya hanya memegang orang yang sakit dengan membacakan do'a penyembuhan.Pada awalnya, yang diobati pertama kali adalah beberapa aktivis Kristen yang mempunyai penyakit kemudian dibacakan do'a oleh pendetanya dan tiba-tiba langsung sembuh penyakitnya.Kemudian barulah dipanggil para pengemis dan anak jalanan (muslim)yang masih berada di dalam aula untuk diobati.Kemudian pendetanya membacakan do'a ATAS NAMA YESUS���Dan ternyata tidak ada yang sembuh dari para pengemis ini.

    Pukul 20.45 wib
    Acara pengobatan selesai dengan hasil tidak ada yang sembuh dari muslimnya dan ketika akan pulang ternyata pihak PMK tidak memberi uang yang telah dijanjikannya kepada para pengemis tersebut.

    Pukul 21.00 wib
    Kemudian Gamais ITB mengantar para pengemis (muslim) ini ke tempat tinggal mereka masing-masing dan memberikan sedikit bantuan sejumlah uang untuk meringankan penderitaan mereka. Ada yang diantar ke Jl Asia-Afrika, Sedang Serang, Cimahi dan Kebon Kelapa.

    Komentar Pembaca :
    gue takutnya, kalo pers tau....masalah ini bisa lebih gede lagi. Oke lah, emang bener acara itu salah dan murtad, apa lah itu namanya. Tapi bisa-bisa kalo di- ekspos lagi, akan timbul masalah baru yang lebih BESAR dan bisa jadi menyimpang dari fakta yang ada. Masalah agama adalah masalah yang rawan banget untuk dibahas di Indonesia, karena masyarakat Indonesia itu prural, dan lebih sedih lagi banyak masyarakatnya gampang sekali terprovokator. Belum lagi media massa, walaupun gue anak kom, tapi gue percaya banget bahwa media massa di Indonesia masih belum bisa objektif dalam menulis berita, tergantung banget ama siapa pemilik media massa itu dan apa kepentingannya dalam masalah itu.

    Misalnya nih, kalo ada pers tau dan menulis berita itu dengan headline. "KRISTENISASI KAUM MARJINAL DI ITB", wakz....rusuh abis tuh pasti. Jaidnya malah perang antar agama. Mungkin juga semua umat kristen di Indonesia disamaratain kelakuannya. Padahal kan gak begitu.....sama aja kalo ada umat Islam yang membunuh dan merusak atas nama jihad, gue jelas-jelas gak mau disamaratain ama mereka. HELL NO....!!!!
    ----
    Sumber kiriman : rmz http://www.rmz.st/info/itb/

      Waktu sekarang Sun 24 Sep 2017, 04:36