Suradi ben Abraham Ini Selametisasi bukan Kristenisasi

    Share

    agase2
    Pion Menengah Artrab
    Pion Menengah Artrab

    Posting : 63
    Poin : 183

    Suradi ben Abraham Ini Selametisasi bukan Kristenisasi

    Post by agase2 on Mon 07 Dec 2009, 10:03

    KENDATI usianya sudah 71 tahun, Suradi ben Abraham masih tampak energik. Wajahnya terlihat segar. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang, tahun 1962 ini pernah berdinas sebagai dokter Angkatan Udara Republik Indonesia. Sejak pensiun pada 1982, pria kelahiran Yogyakarta ini banting setir menjadi penginjil.

    Rumahnya yang berlantai dua di Jalan Proklamasi 47, Jakarta Pusat, itu di pagi hari dipakai praktek dokter. Sorenya, ayah tujuh anak ini mengajar kitab suci dan bahasa Ibrani secara gratis. Pria tegap setinggi 165 sentimeter ini sudah mendengar bahwa dirinya difatwa mati oleh Forum Ulama Umat, Bandung.

    Rabu pekan lalu, wartawan Gatra Ronald Panggabean mewawancarainya. Petikannya:

    Apa tanggapan Anda terhadap fatwa mati itu?
    Saya belum dapat buktinya. Kalau memang ada, harus diselesaikan menurut hukum yang berlaku. Jangan mengambil tindakan sendiri-sendiri. Saya bersedia dibawa ke meja hijau, biar pengadilan yang memutuskan. Buku-buku yang saya buat khusus untuk kalangan sendiri. Kenapa mereka menanggapinya. Itu keliru. Kalau marah, laporkan saya ke pihak berwajib. Jangan memancing teror yang bisa membakar amarah orang.

    Kenapa Anda menyerang ajaran agama lain?
    Saya tidak pernah menyerang. Cuma menceritakan apa adanya. Apa yang mereka sembah di Mekkah dan Ka'bah. Semua tertulis, bukan karangan saya. Nabi mereka mencium batu lalu mengatakan, ''Ya Allah, aku datang atas panggilan-Mu.'' Semuanya tertulis.

    Apa dasar Anda mengatakan Al-Quran bukan wahyu Allah?
    Al-Quran menyebutkan cirinya sebagai wahyu Allah. Surat An-Nisa ayat 82 berbunyi, ''Apa kamu tidak berpikir sekiranya Al-Quran itu bukan wahyu Allah, tentu kamu akan mendapati pertentangan di dalamnya.'' Ternyata, kok di dalamnya banyak pertentangan. Jadi, Al-Quran bukan wahyu Allah.

    Ayat mana saja yang Anda maksud bertentangan?
    Misalnya, dikatakan bahwa agama Islam itu diridhai Allah (Ali Imron: 19). Tapi, di ayat lain dikatakan, ''Semua akan ditetapkan masuk neraka'' (Maryam: 71). Masak diridhai, lalu ditetapkan masuk neraka. Bertentangan, kan?

    Apa argumentasi Anda menyebut Tuhannya orang Islam itu hajar aswad?
    Di Al-Quran dikatakan, ''Sesungguhnya aku diperintahkan menyembah Tuhan di negeri yang haram, yaitu Mekkah.'' Di batu hitam itu tertulis, ''Ya Allah, atas panggilan-Mu, aku datang kepada-Mu.'' Lalu batu itu dicium. Kalau salat, harus menghadap ke batu hitam itu. Jadi, yang mereka sebut Allah adalah batu hitam. Berbeda dengan orang Kristen, sembahyang menyembah yang di surga.

    Kenapa Anda katakan suara di Gua Hira, sewaktu Nabi Muhammad menerima wahyu, itu suara setan?
    Yang mengatakan begitu Muhammad sendiri. Ketika wahyunya terputus, Muhammad menjadi gelisah sampai dua kali. Lalu bertanya, ''Yang saya dengar ini suara setan atau suara Tuhan.'' Istrinya, Khodijah, menghibur, ''Kamu kan orang baik, masak dimasuki setan.'' Ucapan itu terdapat di mukadimah Al-Quran Departemen Agama.

    Kenapa Anda tidak mencari titik temu, tapi malah mempertajam?
    Seharusnya begitu. Tapi, yang dilakukan IAIN juga tidak begitu. Anda lihat saja buku-buku yang menyerang iman Kristen di toko buku. Saya menjawab tuduhan mereka bahwa orang Kristen itu kafir dan menyembah manusia. Orang Kristen diserang, kenapa Allah-nya tiga. Kok, ada sebutan anak Allah, padahal Allah tak punya anak dan istri. Buya Hamka pernah membuat fatwa, jangan ikut Natalan orang Kristen, sebab kafir. Orang Islam yang diundang perayaan Natal tak mau datang lagi. Saya hanya meng-counter serangan mereka.

    Bagaimana kalau umat Islam tersinggung?
    Saya menyayangkan, kok buku-buku itu sampai ke tangan mereka. Mereka kok menanggapi buku untuk kalangan sendiri. Padahal, buku mereka untuk kalangan sendiri malah dijual umum. Tapi, orang Kristen tidak ambil pusing.

    Murid-murid Anda dipakai alat Kristenisasi?
    Enggak. Kami menolak kalau dikatakan Kristenisasi. Apalagi dikatakan pakai Supermi. Tak ada Kristenisasi, tetapi ''selametisasi'', yaitu membawa berita keselamatan. Maksudnya, supaya orang mendapat berita keselamatan. Manusia itu mau selamat atau tidak?

    Anda punya komunikasi dengan ulama-ulama Islam?
    Enggak ada. Saya tidak suka berdialog dengan mereka. Kalau dialog, hanya marah-marah, sih. Kalau Gus Dur itu saya puji, karena selalu baik dengan orang Kristen. Saya belum melihat ada ulama yang berpandangan seperti Gus Dur. Yang lain malah mengancam dan menjelek-jelekkan saya.
    [Laporan Utama Gatra Nomor 16 Beredar Senin 5 Maret 2001]

      Waktu sekarang Thu 19 Jan 2017, 22:13